
Palu, Sulteng–ID Humanity Dompet Dhuafa bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah mengadakan pelatihan sekaligus sertifikasi pertolongan pertama (P2) untuk para relawan di regional Sulawesi, pada Kamis (22/5/2026) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini, Kamis (22/5) sampai Sabtu (24/5), merupakan upaya ID Humanity Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.

Siti Rusmiyati, Deputi Direktur II Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa menjelaskan dalam sambutannya bahwa peran relawan dalam menebar kebermanfaatan dari program-program Dompet Dhuafa sangatlah besar.

Sehingga, menurut Siti Rusmiyati, relawan mesti memiliki kompetensi yang bisa menunjang mereka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini adalah pertolongan pertama saat kondisi gawat darurat.
“Tanpa peran serta relawan kita tidak bisa berkembang. Kita tidak bisa berkontribusi secara lebih luas. Karena itu para relawan harus punya kompetensi. Jadi tidak sekadar hadir, tapi mereka bisa membantu, dalam hal ini penyintas pada kegawatdaruratan, dengan prosedur yang benar,” ujar Siti Rusmiyati.

Ada sekitar 30 relawan yang hadir mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi, di antaranya Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Manado.

Para relawan selama pelatihan akan mengikuti rangkaian kelas materi dan praktik terkait pertolongan pertama. Amyadin, trainer dari PMI Sulteng, menyampaikan setelah mengikuti semua materi dan praktik para peserta dianggap sudah mampu melakukan aksi pertolongan pertama yang tepat.
Amyadin juga mengatakan wawasan dan keterampilan pertolongan pertama perlu dimiliki setiap orang, terutama para relawan yang kerap hadir dalam kondisi gawat darurat di daerahnya. Ketika para relawan memiliki kapasitas tersebut, mereka mampu memberikan penanganan yang cepat dan cepat untuk penyintas.


“Cepat dan tepat. Dua hal ini yang harus dipegang teguh oleh relawan yang ingin membantu penanganan gawat darurat. Karena prinsip pertolongan pertama itu cepat dan tepat. Pertolongan pertama berkaitan dengan persoalan kegawatdaruratan, jadi dua hal ini harus ada,” terang Amyadin.
Amyadin mengharapkan peserta bisa menjalani pelatihan dengan baik dan tuntas, sehingga mereka siap turun membantu masyarakat.
Para relawan yang mengikuti pelatihan ini ke depannya akan tergabung menjadi relawan kemanusiaan ID Humanity Dompet Dhuafa.
Adapun, kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini akan ditutup dengan aksi sosial: cek kesehatan gratis, donor darah dan penyaluran sembako untuk kaum dhuafa di sekitar Kota Palu, pada Minggu (24/5/2026). Aksi sosial ini melibatkan PMI Sulteng dan para relawan ID Humanity Dompet Dhuafa.
Melalui kegiatan ini, ID Humanity Dompet Dhuafa berharap lahir semakin banyak relawan kemanusiaan yang memiliki kapasitas, kesiapsiagaan, dan semangat kolaborasi dalam merespons berbagai situasi darurat. (Muhammad Afriza Adha, Juli Haryadi/ID Humanity Dompet Dhuafa)
