Agam Dilanda Banjir Bandang, DMC Dompet Dhuafa Turun Bantu Evakuasi Warga

Relawan DMC Dompet Dhuafa mengevakuasi anak saat banjir bandang melanda Nagari Sungai Batang, Sabtu (18/7/2026)

Kabupaten Agam, Sumbar—Wilayah Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dilanda banjir bandang, pada Sabtu (18/7/2026). Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB mengatakan banjir bandang yang terjadi di Agam tersebut merupakan sebuah anomali.

“Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Agam,” kata Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7).

Banjir bandang di Agam itu terjadi saat Indonesia berada di musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan melaporkan 432 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga Dasarian I Juli 2026.

Angka tersebut meningkat 11,6 persen dibandingkan periode dasarian sebelumnya, seiring semakin dominannya kondisi atmosfer kering di berbagai wilayah.

Banjir di Agam sendiri juga dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo hingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga.

Banjir bandang yang melanda Nagari Sungai Batang dipicu hujan dengan intensitas yang tinggi

Ada sebanyak 90 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak banjir ini. Pada banjir bandang menerjang 450 warga terpaksa mengevakuasi diri dan mengungsi di tempat aman untuk sementara waktu.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dengan jaringan relawan yang tersebar di Sumatra Barat turut membantu mengevakuasi warga terdampak, di antaranya adalah anak-anak, pada Sabtu (18/7).

Nur Yusril Mahendra, Relawan DMC Dompet Dhuafa yang turun di lokasi terdampak, melaporkan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kenagarian Sungai Batang sehingga menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap.

“Pada pukul 16.56 WIB, air mulai memasuki rumah-rumah warga. Selanjutnya pada pukul 18.38 WIB, genangan meningkat hingga menutupi jalan utama dengan ketinggian sekitar setinggi lutut orang dewasa,” kata Yusril.

Yusril melanjutkan bahwa beberapa jam kemudian genangan air telah berangsur surut, namun kondisi masih dalam status siaga mengingat potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit sungai. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)