Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, DMC Dompet Dhuafa Bekali Mitra MPZ dengan Pelatihan Tanggap Bencana

Bogor—Indonesia, sebagai negara yang letak geografisnya berada di jalur cincin api Pasifik (ring of fire) menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang sangat rentan mengalami bencana.

Kerentanan dan tantangan bencana yang kompleks dapat menimbulkan dampak kerusakan dengan skala masif baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Dengan demkian, peran masyarakat dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana menjadi sangat penting. Begitu juga peran organisasi non-pemerintah yang berperan aktif dalam proses mitigasi, respon dan pemulihan pasca-bencana.

Untuk itu, ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar Pelatihan Tanggap Bencana bagi Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa.

MPZ merupakan jaringan lokal Dompet Dhuafa yang memiliki peran strategis menjadi garda terdepan dalam penghimpunan, pendistribusian zakat dan juga dalam hal merespons cepat bencana.

Sebanyak 53 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing MPZ yang berasal dari Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat, mengikuti pelatihan ini selama tiga hari, sejak hari Selasa-Kamis (4-6/8/26) bertempat di Puncak Halimun Camp, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan ini diisi dengan pemaparan materi dan simulasi kebencanaan.

“Pelatihan ini menjadi upaya DMC Dompet Dhuafa dalam membangun satu kekuatan dan kesadaran bersama MPZ sebagai kemitraan Dompet Dhuafa yang tidak terpisahkan dalam setiap pergerakan DMC di kebencanaan. Dan dari pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal rekan-rekan MPZ untuk bisa berperan dalam penanganan kebencanaan di daerah masing-masing,” ujar Ahmad Shonhaji, Direktur
Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa.

Pada sesi simulasi bencana, para peserta diajak untuk memberikan respons cepat dalam keadaan genting saat terjadi bencana. Salah satu peserta, Agung Gunawan menyatakan, sesi simulasi ini menjadi sesi yang paling berkesan karena memberikan wawasan baru baginya.


“Sepanjang tiga hari ini kami diberikan simulasi dan praktik kebencanaan yang sangat bermanfaat bagi diri kita, keluarga dan masyarakat. Dan saat simulasi penangananan orang shock di tempat bencana menjadi yang paling berkesan karena membuat kita jadi berlatih untuk sabar dalam menangani korban penyintas bencana,” ungkap Agung.

Sementara itu, Azka Saifina Risala yang juga merupakan salah satu peserta, mengaku merasa semakin bersemangat untuk turut berperan dalam misi kemanusiaan usai mengikuti rangkaian pelatihan tanggap bencana DMC.

“Selama ini setiap ada kejadian yang membutuhkan pertolongan pertama, saya selalu ingin membantu tetapi tidak tahu harus melakukan apa. Dan alhamdulillah setelah ikut pelatihan ini banyak banget ilmu yang saya dapatkan buat memberikan pertolongan saat keadaan mendesak. Saya juga jadi semakin ingin bisa ikut jadi relawan saat bencana nantinya,” ujar Saifina.

Pelatihan ditutup dengan simulasi penyelamatan di air (water rescue). Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjalankan misi penyelamatan di air dengan mengarungi aliran sungai yang berbatu.

Kawan Baik, terlaksananya pelatihan ini juga menjadi momen untuk membangun sinergi dalam memberikan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, khususnya di wilayah Regional Pusat (Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat). Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang! (Shinta FN/ID Humanity).