Gempa M 7.7 Guncang Flores NTT, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Kemanusiaan Bantu Penanganan 

Flores, Nusa Tenggara Timur—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Gempa dengan kedalaman sekitar 15 kilometer tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. 

Gempa dengan kekuatan besar tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur vital, seperti dermaga pelabuhan, rumah sakit dan lain-lain. Serta ratusan rumah warga ambruk akibat dari guncangan ini.  

Berdasarkan hasil asesmen tim relawan Dompet Dhuafa di lapangan pada Sabtu, (15/8) pada pukul 17.30 WITA, tercatat sebanyak 79 orang menjadi korban, dengan rincian 38 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka-luka/luka berat, serta 1 orang masih tertimbun reruntuhan. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan sangat mungkin berkembang seiring operasi pencarian dan pendataan di lapangan.

Warga Terdampak Tersebar di Sejumlah Wilayah

Dari data sementara, Kabupaten Manggarai–Reo/Reok mencatat jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 22 orang, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 11 orang. Sementara itu, korban meninggal juga tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, dan Nagekeo 1 orang.

Selain korban meninggal, sejumlah warga mengalami luka berat maupun luka ringan. Di Manggarai Timur, tercatat 3 korban luka berat dan 21 korban luka ringan. Di Manggarai–Reo/Reok terdapat 7 korban luka berat dan lima korban luka ringan, sementara dua korban luka ringan tercatat di Kabupaten Sikka.

Satu orang hingga pembaruan terakhir masih dilaporkan tertimbun reruntuhan di wilayah Manggarai–Reo/Reok. Secara keseluruhan, data sementara mencatat 38 korban meninggal dunia, 12 korban luka berat, 28 korban luka ringan, dan satu orang masih tertimbun.

Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons Kemanusiaan

Merespons situasi tersebut, Dompet Dhuafa melakukan mobilisasi personel, relawan, dan armada dari berbagai wilayah untuk memperkuat upaya asesmen, koordinasi, serta pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Kepala Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menjelaskan tim relawan Dompet Dhuafa di Ronting sudah mulai bergerak Sabtu (15/8) pagi untuk membantu penanganan korban dan melakukan asesmen awal kondisi lapangan. Pengerahan tim dari Dompet Dhuafa cabang Jawa Timur juga dilakukan guna membantu penanganan darurat di Flores, selain tim Tanggap Darurat DMC Dompet Dhuafa dari Jakarta yang juga turun ke lokasi terdampak. 

“Kami menyiapkan tim untuk dapat langsung masuk ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. Pagi tadi tim relawan dari Dompet Dhuafa di Ronting sudah mulai aktif membantu penanganan korban maupun asesmen awal kondisi lapangan. Tim dari Dompet Dhuafa cabang Jawa Timur turut diberangkatkan melalui jalur darat dan laut via pelabuhan di Surabaya menuju lokasi bencana. Tim tambahan dari Dompet Dhuafa di Jakarta rencananya menyusul melalui jalur udara menuju Maumere,” ujar Shofa Qudus. 

Sebanyak 31 personel dikerahkan dalam respons awal. Sebanyak 13 personel telah berada di lokasi, terdiri atas sembilan orang dari Dompet Dhuafa cabang NTT dan relawan DMC Dompet Dhuafa serta empat personel Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa cabang NTT.

Respons kemanusiaan difokuskan pada asesmen kebutuhan dan dampak kerusakan, layanan kesehatan, dukungan logistik, mobiliasi relawan, serta koordinasi dengan unsur SAR dan pemerintah daerah dalam pencarian korban reruntuhan dan evakuasi penyintas.

Pos Layanan Dibuka di Maumere

Untuk membantu penanganan darurat masyarakat terdampak, Dompet Dhuafa membuka pos layanan di Lapangan Stadion Gelora Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Pos layanan tersebut di antaranya, layanan dapur umum yang menjangkau sekitar 800 penerima manfaat, satu pos pengungsian, layanan kesehatan yang membantu 14 penerima manfaat, dan layanan Psychological First Aid (PFA) untuk penyintas sebagai penanganan psikis pascabencana, terutama anak-anak.

Tim di lapangan terus melakukan asesmen untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk intervensi yang paling mendesak dan dibutuhkan.

Data Masih Berkembang

Gempa Flores menjadi ujian kemanusiaan bagi masyarakat di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Dengan operasi SAR, asesmen, dan pendataan yang masih berlangsung, angka korban maupun dampak kerusakan masih dapat berubah.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran relawan dan tim kemanusiaan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, layanan kesehatan, kebutuhan dasar, serta dukungan untuk melewati masa darurat.

Dompet Dhuafa bersama unsur pemerintah, dan berbagai pihak terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan penyintas, serta penanganan dampak gempa di wilayah Flores dan sekitarnya. (Suriadi/ID Humanity Dompet Dhuafa)