Cordofa dan DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana Batch 4 di Padang Pariaman

Padang Pariaman, Sumbar—Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana Batch 4 untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Melalui pelatihan ini, para dai diharapkan bisa menjadi sarana dalam menyiarkan kesiapsiagaan bencana kepada umat.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Taslim Neter, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Padang Pariaman.

Dalam sambutannya, Taslim Neter, mengapresiasi Pelatihan Dai Tanggap Bencana dari Dompet Dhuafa ini. Suatu kehormatan dan kesempatan berharga karena kegiatan pelatihan bencana tersebut bisa dilaksanakan di Padang Pariaman.

Menurut Taslim, adanya pelatihan ini semoga bisa membawa dampak baik untuk Padang Pariaman sebagai salah satu wilayah yang rawan bencana di Sumbar, seperti salah satunya kejadian galodo yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

“Semoga dai-dai yang ikut pelatihan ini bisa dan harus berperan aktif, bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah dan lainnya untuk menanggulangi bencana baik sebelum, saat kejadian, ataupun sesudah kejadian. Dan juga para dai diharapkan bisa menyebarkan pemahaman mereka tentang kewaspadaan terhadap bencana kepada masyarakat luas,” ujar Taslim.

Pada kesempatan yang sama, Yusrizal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman menyampaikan tanggapan positif untuk pelatihan kebencanaan untuk para dai.

Ia mengatakan peran penting dai dalam aspek pertolongan trauma/gangguan psikologis penyintas terdampak bencana. Ia menilai dai, dengan kemampuannya berdakwah, bisa memberikan banyak pada hal itu.

“Dai-dai punya peran penting pada penanganan untuk masalah psikologis seperti trauma yang dihadapi warga terdampak bencana. Keberadaan dai yang juga memiliki wawasan kebencanaan jadi hal penting dan positif untuk membantu penanganan bencana. Setelah ini, BPBD siap berkolaborasi dengan dai-dai dalam penanggulangan bencana,” ucap Yusrizal.

Peran penting dai dalam penanggulangan bencana disampaikan juga oleh Ahmad Sonhaji, Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah ID Humanity Dompet Dhuafa. Oleh karena itu, menurutnya, Pelatihan Dai Tanggap Bencana bertujuan menyiapkan dai-dai yang tangguh dan tanggap bencana.

Ahmad Sonhaji bilang Pelatihan Dai Tanggap Bencana ini dilakukan untuk memberikan satu pola dan model pembelajaran untuk para dai, bahwa dai memiliki posisi strategis dalam melakukan pengelolaan kebencanaan.

“Mulai dari proses mitigasi dengan memberikan edukasi di masjid, majelis taklim, dan di pengajian-pengajian tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dan pada saat respons, para dai bisa berperan dalam pengelolaan emosi-emosi warga terdampak yang down akibat bencana,” ucap Ahmad Sonhaji.

Pada fase pemulihan bencana, kata Ahmad Sonhaji, para dai juga berperan dalam menghidupkan kembali gelora dakwah dan penguatan spiritual masyarakat terdampak bencana.

“Oleh karena peran-peran itu maka pelatihan ini ditujukan untuk memberikan pembelajaran untuk para dai tentang manajemen kebencanaan,” tambah Ahmad Sonhaji.   

Pelatihan yang juga berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Singgalang dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Chapter Sumbar ini diselenggarakan selama tiga hari, yang dimulai pada Rabu (19/8/2026) sampai Jumat (21/8/2026), di Lestari Alam Camp, Padang Pariaman, Sumbar.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan ini. Sebagian besar dari mereka adalah pendakwah/dai dan mahasiswa/relawan dari kampus-kampus Islam di Sumbar.

Selama pelatihan para dai akan belajar tentang manajemen bencana, pertolongan pertama, triage, asesmen kebutuhan darurat penyintas, dan kerelawanan.

Selain itu, para dai juga akan mengikuti pembelajaran tentang fiqh kebencanaan, psikologis penyintas bencana, dan praktik pemulasaran jenazah. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)