?>

Penyintas Bencana NTT: Terhimpit Gempa dan Kekeringan

Nagekeo, NTT—Gempa bumi sebesar 7,7 magnitudo guncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Guncangan ini sempat memicu peringatan dini tsunami hal ini mendorong semua warga yang tinggal di pesisir segera evakuasi diri ke titik yang lebih tinggi dan aman.

Guncangan ini mengganggu 56.577 jiwa terdampak dan mengungsi. Sebanyak 102.384 unit rumah rusak; 2.147 fasilitas pendidikan terdampak; 1.915 fasilitas umum terdampak; 663 kantor rusak; 620 rumah ibadah rusak; 157 fasilitas kesehatan terdampak; dan 4 pasar tradisional terdampak.

Per-Selasa (15/09/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa susulan sebanyak 15.722.

“Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan,” tulis laporan BMKG.

BMKG juga mencatat wilayah NTT termasuk dalam kategori Ekstrem Panjang dalam Hari Tanpa Hujan dan berada di kategori Awas dalam Kekeringan Meteorologis.

Ada 11 Kabupaten yang termasuk dalam kondisi Waspada kekeringan: Ende, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sika, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Timor Tengah Selatan.

Kemudian 10 kota/kabupaten yang termasuk dalam kategori Awas kekeringan: Alor, Belu, Flores Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Lembata, Nagekeo, Ngada, Sumba Timur, dan Timor Tengah Utara.

Lebih jauh wilayah NTT terpantau terdampak fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat, menipisnya ozon dan efek rumah kaca. Menambah daftar penyebab NTT rentan kekeringan.

Melihat kenyataan itu, Dompet Dhuafa mendistribusikan air bersih ke tempat penampungan bersama penyintas gempa bumi di empat titik yang berada di Desa Maropokot dan Desa Tonggu Rambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo pada Selasa (08/09/2026).

“Kami mendistribusikan air bersih kepada penyintas gempa NTT karena itu adalah hak mereka untuk mendapatkan pemenuhan air bersih. Selain ancaman gempa, wilayah penyintas juga ada ancaman akan kekeringan,” ujar ujar Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan, Rekonstruksi Disaster Management Center(DMC) Dompet Dhuafa, Eka Suwandi melalui pesan singkat.

Tim Dompet Dhuafa NTT menyisir wilayah pengungsian satu persatu dan mengisi penampungan air dengan donasi air bersih dari kawan-kawan donatur Dompet Dhuafa. Sebanyak 200 PM terbantu dengan pendistribusian air bersih ini.

“Terima kasih atas bantuannya bapak-ibu sekalian. Semoga semakin berkah, amin,” ujar salah satu penerima manfaat.

Hingga kini DMC masih terus membersamai untuk percepatan pemulihan penyintas gempa di NTT. Semoga masyarakat atau penyintas terdampak gempa bisa segera pulih dan mampu menata kembali masa depannya. (Arifian Fajar Putera/ ID Humanity Dompet Dhuafa)