
Bogor—ID Humanity melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) menggelar Mualaf Quranic Camp di Villa Aquarius Orange, Cisarua, Bogor, pada Selasa-Kamis, 14-16 April 2026. Diikuti oleh 50 peserta, kegiatan ini ditujukan untuk membina mualaf dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kegiatan ini kami mengajak para mualaf untuk memahami Al-Qur’an dan menumbuhkan rasa cinta mereka kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sehingga ketika ada kegalauan atau kerancuan dalam pikirannya, mereka bisa membuka dan membaca Al-Qur’an sebagai pintu hidayah utama mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ujar Ahmad Pranggono, Manajer Cordofa.
Sementara itu, Ahmad Shonhaji, Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, turut memaparkan berbagai kisah para sahabat nabi yang juga merupakan mualaf sebagai motivasi untuk mencintai Al-Qur’an.
“Al-Qur’an ini dahsyat, maka yang pertama diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya dan keluarganya yang merupakan mualaf, itu Al-Qur’an. Mereka dikumpulkan di rumah sahabat Arqam. Begitu juga yang kita laksanakan di Mualaf Quranic Camp hari ini. mudah-mudahan kita menjadi orang yang mencintai Al-Qur’an, insya Allah,” ujarnya.
Bersinergi dengan Pondok Pesantren Al-Jazary, Bogor, Mualaf Quranic Camp berlangsung dengan pemaparan materi yang di antaranya Daurah Al-Qur’an, Muslim Character Building, serta Daurah Aqidah. Selain itu, peserta juga diajak untuk saling menjalin silaturahmi antar peserta melalui sharing session dan outbound.

Agustina Marsaulina (42), salah satu peserta, menyatakan sangat bersemangat untuk turut serta dalam kegiatan tersebut. Dengan perjalanan mualafnya yang baru memasuki bulan keempat, ia mengaku sangat senang dan bersyukur terpilih sebagai peserta Mualaf Quranic Camp.
“Saya sangat senang bisa terpilih buat ikut kegiatan ini, karena bagi saya yang baru mualaf, saya benar-benar ingin mengenal Islam. Dan saya juga ingin tahu teman-teman mualaf lainnya itu seperti apa. Lalu saat mendengar pemaparan tadi, sempat dikisahkan sahabat nabi yang ternyata mualaf juga, itu semakin menyemangati saya untuk terus belajar Islam,” ujarnya.
Dalam ungkapannya, Agustina juga berharap agar usai mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir bisa membuat pemahamannya tentang Islam menjadi lebih baik.
“Saya berharap bisa menjadi lebih baik dengan ilmu-ilmu yang didapat dari Mualaf Qur’anic Camp dan dari situ saya juga berharap bisa lebih sabar dan ikhlas dalam menghadapi tantangan menjadi mualaf,” pungkasnya. (Shinta FN/ID Humanity Dompet Dhuafa).
