
Bogor–Dakwah seyogianya mampu masuk ke berbagai lapisan masyarakat dan di berbagai tempat. Oleh karena itu Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) lewat program Dakwah Komunitas mencoba menyentuh komunitas yang kerap termarjinalkan di masyarakat, salah satunya komunitas punk.
Ahmad Pranggono, Manajer Layanan Dakwah Dompet Dhuafa, menerangkan dalam program Dakwah Komunitas ini para Dai Cordofa melakukan pembinaan spiritual kepada anak-anak punk di jalanan.

Ahmad Pranggono, dalam kegiatan Halalbihalal Cordofa bersama komunitas punk di Bogor, pada Jumat (10/4/2026), menjelaskan bahwasanya setiap umat Nabi Muhammad SAW di manapun bisa tersentuh dakwah. Anak-anak jalanan, atau dalam konteks ini adalah komunitas punk, bisa ikut mengaji Al-Quran, belajar Islam, dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.
“Jadi nantinya, apakah mereka akan hijrah atau tidak? Ya, harapannya bisa hijrah. Tapi kalaupun belum, mudah-mudahan dari proses yang kita dampingi ini menjadi proses yang baik ke depannya. Kita tidak bisa memaksakan, kan?” ucap Ahmad Pranggono.
Ahmad menegaskan bahwa upaya mendampingi komunitas punk tersebut tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan perlu melalui proses pendekatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, yang terpenting adalah terus berusaha dan membuka ruang kedekatan, karena mereka tidak hanya menghadapi persoalan hidup di jalanan, tetapi juga menyimpan problem batiniah yang kerap luput dari perhatian.
Cordofa berharap kehadiran para dai dapat membantu mereka menemukan jalan keluar atas persoalan-persoalan yang dihadapi.
Kang Gugun, sapaan akrabnya, salah seorang punk yang hadir dalam acara Halalbihalal Cordofa di Bogor, menyampaikan rasa terima kasih kepada Cordofa yang telah membuka ruang kebaikan untuk dirinya secara khusus, dan kawan-kawan punk-nya, secara umum.

Bersama Dai Cordofa, anak-anak punk mengaji, belajar Shalat, berwudhu, dan menyimak tausiyah Islam
“Sudah hampir lima tahun kita ngaji bareng Pak Ustadz Budi Jafar (Dai Cordofa). Kegiatannya ada pengajian, ada juga pembinaan. Kita belajar ngaji, sholat, belajar wudhu,” kata Kang Gugun.
“Kita seneng banget, ya, Alhamdulillah, karena ada yang merangkul kita untuk berbuat kebaikan. Selama ini, kan, kita hidup di jalanan. Banyak yang ngasih kesan jelek ke kita karena penampilan. Tapi Alhamdulillah sama Cordofa kita dikasih kepercayaan, dikasih ruang, buat kita bisa belajar lebih baik,” lanjut Kang Gugun.
Kang Gugun juga menceritakan selama lima tahun mengaji bersama Dai Cordofa menginspirasi dirinya dan kawan-kawan punk lainnya untuk berbuat kebaikan, seperti menyalurkan bantuan untuk janda di salah satu kampung kecil di Kota Bogor.
Selain itu, setiap menjelang Ramadan, anak-anak punk Bogor membagikan takjil dan makanan berbuka untuk pemulung dan pengemis di jalanan.
“Takjil dan makanan buka puasa itu hasil dari kita nabung, dan menyisihkan hasil kita ngamen. Gak harus sekaligus. Anak-anak biasanya nabung sedikit-sedikit setiap hari. Setelah terkumpul, minimal satu orang 50 ribu rupiah, kita belikan takjil untuk kita bagikan ke pemulung, pengemis, dan anak-anak jalanan,” terang Kang Gugun.


Seperti yang terjadi di Halalbihalal ini, selain sebagai momen silaturahmi dan ber’maaf-maafan’ antara Cordofa, dan seluruh anggota komunitas punk di Jalan Pancasan, Bogor. Mereka juga membagikan makan siang untuk pengemis, pemulung dan pengemudi ojol di jalanan.
“Orang-orang selalu memandang kita sebelah mata hanya karena cara hidup kita. Tapi yang enggak mereka tahu adalah kita juga punya hati nurani. Kita juga punya keinginan untuk selalu berbuat baik ke orang-orang,” pungkas Kang Gugun. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)
