Dompet Dhuafa Gelar Rapat Koordinasi Tim Pemulihan Bencana Aceh

Banda Aceh, Aceh–Dompet Dhuafa gelar rapat koordinasi tim pemulihan bencana Aceh di Banda Aceh pada Selasa (27/01/2026).

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini memimpin langsung agenda rapat koordinasi ini.

Dompet Dhuafa selama berkiprah dalam kebaikan, terus mengupayakan perubahan dan bantuan transformatif di segala aspek. Mulai dari aspek fisik atau infrastruktur, juga aspek non-fisik atau budaya sosial.

“Dompet Dhuafa akan membentuk tim pendampingan di setiap sektor. Terutama di pendampingan sosial atau social engineering terhadap masyarakat di Rumah Sementara maupun Musala Darurat,” ungkap Ahmad Juwaini.

Dengan melibatkan berbagai sektor kemanusiaan, sosial, pendidikan dan kesehatan, Domper Dhuafa menghadirkan program pemulihan yang komprehensif.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat dan menyusun strategi pemulihan pascabencana di Aceh.

Upaya tanggap darurat dan pemulihan bencana di Aceh terus dilakukan dengan menjangkau puluhan ribu penyintas.

Hingga saat ini per 28 Januari 2026, terdapat total 77.095 penerima manfaat di Aceh yang telah menerima berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang disalurkan secara bertahap dan menyeluruh dari Dompet Dhuafa.

Mulai dari evakuasi korban, penyediaan makanan siap santap dan dapur umum, layanan kesehatan dan ambulans, hingga dukungan pemulihan seperti sekolah darurat, bantuan usaha, serta penyediaan air bersih dan hunian sementara.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor kebutuhan dasar dan pemulihan, antara lain dapur umum yang menjangkau 34.294 jiwa, distribusi sembako untuk 4.100 jiwa, serta layanan kesehatan bagi 3.460 jiwa.

Selain itu, terdapat makanan siap santap bagi 5.980 jiwa, distribusi logistik pangan untuk 8.290 jiwa, dan pos hangat yang melayani 5.662 jiwa.

Layanan pendukung lainnya meliputi kebutuhan ibu dan anak untuk 1.126 jiwa, hygiene kit bagi 940 jiwa, pos WiFi dan charger untuk 1.532 jiwa, corner gizi bagi 1.302 jiwa, serta dukungan psikososial (Psychological First Aid) kepada 2.904 jiwa.

Upaya pemulihan lingkungan dan kesehatan juga dilakukan melalui distribusi air bersih untuk 877 jiwa, kesehatan reproduksi bagi 1.074 jiwa, aksi bersih yang melibatkan 1.097 jiwa, hingga fogging untuk 200 jiwa.

Di sektor pendidikan dan pemberdayaan, bantuan mencakup sekolah ceria bagi 458 jiwa, school kit untuk 305 jiwa, layanan vokasi bagi 190 jiwa, serta Rumah Sementara (Rumtara) sebanyak 180 pintu.

Sementara itu, dukungan sarana prasarana diwujudkan melalui renovasi polindes, musholla, MCK darurat, dan sekolah, serta pendirian sekolah darurat di dua lokasi, guna mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang bagi masyarakat terdampak.

Layanan-layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar, kesehatan, perlindungan, dan pemulihan penyintas secara menyeluruh.

Menurut Ahmad Juwaini pendampingan sosial diharapkan mampu mempersiapkan jiwa dan batin penyintas untuk bisa bangkit dan kembali berdiri di dua kakinya sendiri hingga mandiri. Sehingga mampu meraih masa depan yang lebih cerah.

“Physic engineering (infrastruktur) dan social engineering (pendampingan masyarakat) harus setara. Ini paling penting,” lanjut Ahmad Juwaini.

Adapun program aksi kemanusiaan ini menjangkau wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Pidie, dan Pidie Jaya, serta Kota Langsa, Lhokseumawe, dan Subulussalam.

Dengan rapat koordinasi ini, Dompet Dhuafa menargetkan percepatan pemulihan dan aktivasi pendampingan di bulan Suci Ramadhan.