DMC Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang

Aceh Tamiang—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan fidyah untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, pada Jumat (13/3/2026) dan Sabtu (14/3/2026).

Bantuan fidyah tersebut berupa 600 paket makanan berbuka puasa yang dibagikan kepada warga terdampak.

Sebanyak 600 paket makanan berbuka puasa disalurkan di dua titik lokasi, yaitu Desa Benua Raja, dan Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.

Fidyah yang diterima para penyintas berupa hidangan berbuka puasa yang bersumber dari pembayaran fidyah para donatur melalui kanal digital Dompet Dhuafa.

Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana banjir selama bulan Ramadan.

“Melalui penyaluran fidyah ini, DMC Dompet Dhuafa berharap para penyintas dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa di tengah proses pemulihan pascabanjir. Selain itu, program ini juga menjadi sarana penyaluran amanah fidyah dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ahmad Yamin, Penanggung Jawab Respons DMC Dompet Dhuafa di wilayah Aceh Tamiang.

Bantuan fidyah tersebut diterima sekitar 600 penerima manfaat. Salah satunya Rani, warga Dusun Melati, Desa Benua Raja. Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur Dompet Dhuafa atas bantuan yang diterimanya.

Lewat penyaluran fidyah ini Rani menerima lima porsi makanan berbuka puasa untuk keluarganya: ibu, suami, dua anaknya, dan dirinya sendiri. Ia mengatakan bantuan fidyah ini sangat membantu di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang masih sulit pascabanjir.

“Hari ini bisa dapat makanan berbuka. Jadi bisa menghemat uang. Makanan ini juga bisa untuk sahur,” ucap Rani.

Saat ini Rani dan keluarganya masih tinggal di rumah panggung yang rusak akibat banjir bandang pada akhir 2025 lalu. Bangunan rumah tersebut bergeser beberapa meter dari posisi semula dan kini dalam kondisi miring.

“Kalau jalan di dalam rumah harus pelan-pelan karena mudah goyang. Sebenarnya kita takut tidur di sana. Takut tiba-tiba rumah roboh. Tapi mau bagaimana lagi. Itulah rumah kita satu-satunya,” ujar Rani.

Tidak hanya rumah, bencana banjir juga berdampak pada hilangnya sumber penghidupan keluarga Rani. Pasca-banjir, suami Rani tidak punya pekerjaan tetap. Kondisi tersebut membuat keluarga Rani kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Suami sekarang mocok-mocok (serabutan). Kalau ada yang butuh tenaganya, dia kerja. Kalau gak ada, ya gak dapat uang. Biasanya kerja kuli bangun rumah, atau kalau sekarang bantu-bantu bersihkan lumpur di rumah orang,” kata Rani.

Dengan kondisi penghidupan yang tak menentu, bantuan fidyah dari donatur Dompet Dhuafa begitu berarti untuk Rani dan keluarganya.

“Bersyukur sekali dapat bantuan ini fidyah ini. Bantuan makanan ini bisa untuk kami sahur juga. Terima kasih Dompet Dhuafa semoga semakin maju dan jaya. Donaturnya semakin berkah,” pungkas Rani. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)