Tingkatkan Kesiapsiagaan, DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Manajemen Bencana dan Water Rescue bagi Mahasiswa

Bogor–Waktu baru menunjukkan pukul 8.00 WIB di hari Minggu (9/8), namun tampak sejumlah mahasiswa sudah memenuhi Aula Al Hurriyah IPB University, Bogor. Sembari membawa alat tulis, mereka duduk berjajar rapi, bersiap untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Bencana dan Water Rescue oleh Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.

Pelatihan yang diikuti 24 mahasiswa Awardee Bright Scholarship Batch 10-11 IPB University ini dilaksanakan dengan pemaparan materi dan simulasi water rescue. Dalam paparan materi, Tim Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa menyampaikan pengetahuan dasar tentang Disaster Management, Water Rescue, hingga Psychological First Aid (PFA).

“Sangat penting untuk mahasiswa memahami pengetahuan dasar kebencanaan mengingat para mahasiswa juga akan berkegiatan di masyarakat. Karena, dengan begitu mahasiswa bisa mengenali bahaya dan mengajak masyarakat untuk mengurangi risiko saat terjadi bencana,” ujar Ahmad Lukman, Kabag Mitigasi dan Diklat Bencana DMC.

Saat pemaparan materi, peserta tidak hanya diberikan penjelasan secara teori melainkan juga diberikan gambaran-gambaran sederhana tentang penyelamatan di air melalui penayangan video singkat.

Kemudian, sebelum beranjak ke sesi simulasi, peserta pun dikenalkan alat-alat water rescue yang akan mereka gunakan, seperti pelampung, rescue rope, pelampung cincin, helm water rescue, perahu karet, dan dayung.

Pada sesi simulasi, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan cara menggunakan dayung untuk mengarahkan perahu saat menyelamatkan korban di air yang disimulasikan di Danau SDGs IPB University.

Salah satu peserta, Nur Azimah (22) menyatakan, pelatihan ini pun membuat ia menjadi lebih memahami cara-cara melakukan penyelamatan di air. Bersama kelompoknya, Azimah mempraktikkan penyelamatan dengan menyesuaikan kondisi air.

“Dari pelatihan ini aku jadi tahu bahwa ternyata melakukan penyelamatan di air itu nggak mudah, karena saat ingin menyelamatkan orang lain kita juga harus memperhatikan keselamatan kita. Selain itu, kondisi air yang berbeda-beda juga harus kita pahami sehingga bisa melakukan penyelamatan cara yang tepat,” ujar Azimah.

Azimah yang merupakan mahasiswa asal Sumatera Barat ini juga mengaku semakin ingin mengambil peran untuk hadir di masyarakat saat terjadi bencana usai mengikuti pelatihan ini. Sebab, sebelumnya, saat dirinya melihat kondisi pilu bencana di Sumatera pada akhir tahun lalu, ia pun sempat ingin turut serta membantu penyintas bencana.

“Saat ada bencana di Sumatera kemarin, aku sebetulnya sudah ada keinginan untuk bisa membantu penyintas di sana, tetapi aku belum tahu harus bagaimana dan melakukan apa. Tetapi setelah mendengar paparan materi dari DMC hari ini, aku jadi tahu dan semakin ingin melakukan sesuatu yang berdampak untuk penyintas seperti melakukan PFA, hadir dan mendampingi mereka di masa sulitnya,” imbuhnya.

Kawan Baik, pelatihan ini menjadi salah satu komitmen DMC Dompet Dhuafa untuk terus hadir menguatkan kapasitas masyarakat agar memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Shinta FN/ID Humanity).