amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

Berjibaku hingga Dini Hari, Tim DMC Dompet Dhuafa Padamkan Titik Api di Ogan Ilir

Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Sukri menerangkan bahwa api muncul di ladang padi di Desa Ulak Sugeleng, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pada pukul 13.00 WIB,  Selasa (21/10/2026). Ia segera melaporkan kejadian itu ke tim pemadam.  

Api mulai terlihat pada siang hari. Angin yang berhembus kencang membuat api cepat menyebar. Sukri bilang ia sempat berusaha memadamkan kobaran dengan air  menggunakan penyemprot pupuk cair. Namun, upaya itu belum mampu mencegah api untuk tidak menjalar ke batang-batang padi yang kering. 

“Api itu muncul di desa sana, dekat kebun sawit. Kita juga coba padamkan pakai alat ini. Tapi api enggak mati. Kita siram juga pakai air di kolam-kolam, tapi tetap enggak mati. Bersyukur cepat ada tim BPBD dan Dompet Dhuafa yang datang,” ujar Sukri, warga Desa Ulak Sugeleng. 

Sukri mengatakan meski kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Ilir sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, namun di desanya baru terjadi pada hari itu. 

“Ini baru pertama kali. Tapi kita di sini tetap dapat asap dari kebakaran di tempat lain. Sangat mengganggu. Asap bikin sesak dan susah napas,” terangnya. 

Tim Tanggap Darurat Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang bersiaga di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir turun membantu pemadaman. 

Membawa serta truk tangki yang menampung 5000 liter air, Tim DMC Dompet Dhuafa bersama BPBD Ogan Ilir berjibaku memadamkan titik-titik api yang menyala di wilayah pertanian warga Desa Ulak Sugeleng. 

Tim DMC Dompet Dhuafa juga mengandalkan air dari kolam yang ada di tengah ladang untuk pasokan air. 

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan laporan dari warga, kita bisa datang dan memadamkan api. Terima kasih juga kepada tim Dompet Dhuafa yang sudah membantu kami. Kerja sama ini mempercepat penanganan karhutla di Ogan Ilir,” ujar Chandra dari BPBD Ogan Ilir. 

Malamnya, sekitar pukul 20.30 WIB, tim DMC Dompet Dhuafa bergerak ke Desa Purnajaya, Kecamatan Indralaya Utara. Di sana, di tengah lahan perkebunan, kobaran api melahap dahan-dahan kering. 

Angin kencang menggerakkan api ke berbagai arah. Tim DMC Dompet Dhuafa dan personel BPBD Ogan Ilir harus menyusup ke tengah belukar untuk bisa memutus jalur api agar tidak menjalar ke pinggir jalan raya. 

Hingga 02.30 WIB dini hari, ada sekitar 4 titik api yang berhasil dipadamkan. Bara yang masih menyala dan rentan terhadap angin jadi tantangan dalam pemadaman ini.

Taqi Falsafati, Penanggung Jawab DMC Dompet Dhuafa untuk Respons Karhutla di Sumatra Selatan, melaporkan, “Kami akan terus menyisir titik-titik api yang masih menyala di Ogan Ilir bersama Tim BPBD. Alhamdulillah hari ini setelah mendapatkan aduan warga kita menyisir ke dua titik kebakaran. Proses pemadaman berlangsung aman dan seluruh tim selamat.” 

Taqi bilang aksi ini dilakukan sebagai upaya penanganan karhutla yang terjadi di sekitar Sumatra Selatan. Tim DMC bergerak melakukan pemadaman dan penaganan di lokasi untuk mencegah api semakin meluas serta mengurangi dampak yang ditimbulkan.

”Api bisa kami padamkan, namun warga masih bertahan di tengah kepulan asap yang masih menyelimuti langit,” kata Taqi.

Kawan Baik, api terus menyala, menjalar, dan memakan kehidupan di sekitarnya. Ia belum benar-benar padam. Mari haturkan doa terbaik untuk Indonesia agar mampu keluar dari kondisi sulit ini. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Rumah Aman Asap, Ikhtiar Menjaga Napas dan Harapan Warga di Tengah Karhutla

Palangka Raya, Kalimantan Tengah — Ketika kabut asap menyelimuti Palangka Raya, ancaman kebakaran hutan dan…

20 hours ago

Jangan Takut dengan Spanduk, Ia Bisa Jadi Kreasi Berkelanjutan

Jakarta—“Gue punya dosa bikin sampah, lalu apa yang bisa gue lakuin?” aku MG Pringgotono pada…

2 days ago

Kolaborasi Darling Dompet Dhuafa dan NYK Line Indonesia Hadirkan 900 Paket Sarapan Bergizi

Jakarta–Di balik gedung-gedung yang menjulang tinggi, terdengar langkah tangguh para pejuang rupiah yang berpacu dengan…

2 days ago

Kami Belum Pulih

Setiap kali pemulihan dikatakan, ada sisi yang belum terungkap yang kerap kali menciptakan jarak: kondisi…

6 days ago

Peringati Bulan PRB 2026, DMC Dompet Dhuafa DMC Dompet Dhuafa Edukasi Santri tentang Kesiapsiagaan Bencana

Serang, Banten—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar sosialisasi dan edukasi Sekolah Siaga Bencana di…

6 days ago

Menjaga Wajah Islam Moderat Indonesia

Jakarta--Pesan tegas bernada hangat itu mengudara dari Jakarta Selatan, Rabu (14/10). Menteri Agama (Menag) Republik…

7 days ago