amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Palembang, Sumsel–Setelah sekian lama kemarau, warga Kampung Serang, di pinggiran Kota Palembang, kembali merasakan hujan.
Meski sore itu, Sabtu (24/10/2026), hujan turun hanya sesaat, suara rintik di atap kayu dan aroma tanah basah menumbuhkan harapan bahwa kesulitan selama kemarau akan segera berakhir.
Sebab, selama beberapa bulan terakhir, warga Kampung Serang harus bertahan di tengah langkanya air bersih.
Juriah (42), warga setempat, bercerita bahwa ia kesulitan mendapatkan akses air bersih sejak Juni lalu.
Untuk keperluan minum dan memasak, Juriah harus membeli air galon isi ulang seharga Rp5.000 setiap hari.
“Kate banyu (tidak ada air) dari bulan enam. Kalau butuh air beli galon lima ribu. Itu untuk minum, masak, cuci piring,” ujar Juriah.
Sebelum kemarau, Juriah mengandalkan air tanah dari sumur dan aliran sungai di dekat rumahnya. Kini kedua sumber air itu sama-sama kering.
“Mandi tidak pakai air galon itu. Kami tunggu banyu gratis. Ini lihat saya belum mandi sehari ini. Mau ke sungai juga kering, air tidak pasang,” kata Juriah.
Sore itu udara seolah tak bergerak. Meski langit tampak kelabu, cuaca di Kampung Serang cukup panas untuk membuat bulir keringat bermunculan.
Selain kekeringan, warga Kampung Serang juga menghadapi dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap yang muncul setiap hari membuat Juriah sesak napas. Menurutnya, kondisi itu sudah berlangsung beberapa bulan.
“Di dekat sini juga ada kebakaran. Ladang terbakar. Asapnya bikin sesak, Pak. Setiap hari kita nyedot asap,” keluh Juriah.
Hujan sore itu memang tidak cukup untuk mengisi sumur yang kering. Namun, di hari yang sama, bantuan yang ditunggu warga akhirnya tiba.
Pada hari yang sama, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menyalurkan air bersih di Kampung Serang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.
“Pada saat ini Sumatera Selatan khususnya Sematang Borang mengalami krisis air bersih. Sehingga Dompet Dhuafa berinisiatif menyalurkan 8.400 liter air bersih ke warga di Kampung Serang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, yang ini merupakan hasil donasi dari para donatur,” terang Rais dari Dompet Dhuafa Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Rais menyatakan penyaluran air bersih ini melayani 80 KK di Kampung Serang.
“Semoga kegiatan ini bisa membantu dan memberikan manfaat untuk warga. Dan terima kasih kepada para donatur yang telah meluangkan rezekinya untuk donasi penyaluran ini,” pungkasnya.
Juriah yang sejak sore menyiapkan jeriken dan drum akhirnya bisa mendapatkan bantuan air bersih dari Dompet Dhuafa.
“Walaupun hujan tadi sebentar saja, tapi senang bisa dapat bantuan air gratis ini. Terima kasih banyak sudah membantu kami yang kesulitan ini,” ucap Juriah.
Selain itu, DMC Dompet Dhuafa juga menyalurkan bantuan air bersih di Desa Tanjung Seko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Minggu (25/10/2026). Ada lebih dari 100 KK terdampak kekeringan ini.
“Di sini sudah lima bulan air tak ada. Selama kekeringan ini kami mandi di masjid atau minta ke rumah kawan yang ada sumur bornya. Alhamdulillah senang kami dapat bantuan air bersih ini. Ada sedia air dalam rumah untuk beberapa hari ke depan,” ucap salah satu penerima manfaat air bersih di Ogan Ilir.
Di tengah bencana karhutla di Sumatera Selatan, DMC Dompet Dhuafa juga terus memantau titik api yang masih kerap muncul di sekitar Palembang dan Ogan Ilir, serta mendukung upaya pemadaman bersama BPBD setempat. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)
Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Sukri menerangkan bahwa api muncul di ladang padi di Desa Ulak Sugeleng,…
Palangka Raya, Kalimantan Tengah — Ketika kabut asap menyelimuti Palangka Raya, ancaman kebakaran hutan dan…
Jakarta—“Gue punya dosa bikin sampah, lalu apa yang bisa gue lakuin?” aku MG Pringgotono pada…
Jakarta–Di balik gedung-gedung yang menjulang tinggi, terdengar langkah tangguh para pejuang rupiah yang berpacu dengan…
Setiap kali pemulihan dikatakan, ada sisi yang belum terungkap yang kerap kali menciptakan jarak: kondisi…
Serang, Banten—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar sosialisasi dan edukasi Sekolah Siaga Bencana di…