
Tangerang—Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) membuka Training Dai Ambasador Dompet Dhuafa 2026 yang berlangsung di kawasan Serpong, Kota Tangerang, Banten, Senin (10/2/2026).
Sebanyak 20 dai yang telah lolos seleksi mengikuti rangkaian kelas pembekalan yang dimulai dari 9-13 Februari 2026.


Melalui pembekalan, para dai diharapkan mampu menyebarluaskan model dakwah pemberdayaan yang memuat aspek pendidikan, kesehatan, budaya, dan sosial-kemanusiaan Dompet Dhuafa di negara tujuannya masing-masing.
Adapun negara-negara tujuan Dai Ambasador 2026 ini di antaranya Australia, Filipina, Hongkong, Inggris, Jepang, Perancis, Jerman, Korea Selatan, Kaledonia Baru, Timor Leste, dan Thailand.

“Yang kita harapkan dari para dai yang kita kirimkan ke beberapa negara adalah mereka bisa menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi tentang ZISWAF pada masyarakat kaum muslimin di negara penempatan,” ujar Ahmad Shonhaji, Direktur Layanan Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa.
Ahmad Shonhaji melanjutkan program Dai Ambasador Dompet Dhuafa membawa misi menyebarluaskan dakwah Ziswaf, yang terkelola dalam bentuk program, hingga ke mancanegara.
“Hal ini menjadi suatu motivasi yang kuat untuk Dompet Dhuafa mengirimkan dai-dai ke beberapa negara di dunia. Kami juga bekerja sama dengan KBRI, cabang-cabang Dompet Dhuafa di luar negeri, dan mitra-mitra dakwah yang ada di sana. Ini semua dilakukan untuk kelancaran para dai di negara di mana mereka berdakwah,” ucap Ahmad Shonhaji.
Pembukaan pembekalan Dai Ambasador Dompet Dhuafa 2026 ini juga disambut baik oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA.


“Saya menyambut baik, dan bersyukur program ini telah diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa selama 13 tahun ini. Dengan periode program yang panjang itu kita tahu ada banyak kader Dai Ambasador yang telah dilahirkan oleh Dompet Dhuafa,” ucap Sudarnoto.
Sudarnoto menyampaikan program Dai Ambasador Dompet Dhuafa bisa terus berkembang dan menjadi kontribusi besar Dompet Dhuafa dalam menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin.
Pembukaan Training Dai Ambasador Dompet Dhuafa 2026 ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa dai di era saat ini tidak cukup hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga harus mampu hadir sebagai figur yang menenangkan dan dipercaya oleh masyarakat. Terlebih, para Dai Ambassador akan bertugas di berbagai negara dengan latar budaya dan persoalan sosial yang beragam.
“Dakwah hari ini menuntut kehadiran yang lebih manusiawi. Dai bukan hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga menjadi pendengar, penyejuk, dan penopang harapan umat,” ujar Maryono.
Melalui training ini, Dompet Dhuafa berharap para Dai Ambasador 2026 dapat menjadi representasi dakwah Islam yang inklusif, solutif, dan berorientasi pada pemberdayaan.
