
Nagekeo, NTT–Di balik perbukitan yang membentang di sepanjang perjalanan menuju Kampung Natakupe, berdiri sekolah darurat yang kini masih menjadi tempat belajar para siswa pasca gempa. Meski beratapkan terpal dan diiringi sepoi-sepoi angin, tampak para siswa yang selalu menunjukkan semangat belajarnya meski masih waspada akan terjadinya gempa susulan.
Sekolah darurat itu didirikan oleh Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. Sekolah darurat ini berada di SDN Natakupe, Kampung Natakupe, Desa Rendutinoe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sudah satu bulan penuh lamanya para siswa itu melaksanakan kegiatan belajarnya di sekolah darurat akibat ruang kelas mereka mengalami rusak berat sehingga sudah tidak layak untuk digunakan.

Saat terdengar deru armada Tim DMC memasuki area sekolah mereka, seketika para siswa antusias menyambut kembali kedatangan Tim DMC di sana pada Kamis (01/10). Mereka pun saling berebut menyapa kakak relawan DMC yang datang untuk mengajak mereka belajar dan bermain bersama melalui kegiatan Psychological First Aid (PFA).
Suasana sekolah darurat seketika berubah dipenuhi gelak tawa ceria. Para siswa diajak untuk membentuk lingkaran dan bermain kereta-keretaan sambil menyanyikan lagu “Kalau Ada Gempa”. Kemudian mereka juga diajak mengasah kreativitasnya dengan melukis gantungan kunci dan bermain kuis siaga gempa.
Antusiasme para siswa semakin terlihat saat salah satu kakak relawan DMC, Sukma, mengajak mereka untuk mengingat kembali langkah-langkah melindungi diri saat terjadi gempa. Sesi ini pun berlangsung riuh tawa para siswa yang saling mengingatkan teman-temannya yang lupa.


Setelah seluruh sesi PFA selesai, Tim DMC membagikan paket bingkisan alat sekolah kepada para siswa satu per satu. Bingkisan itu berisi tas sekolah yang dilengkapi berbagai alat tulis warna-warni di dalamnya.
Penyaluran alat sekolah ini merupakan kolaborasi Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur dan Gramedia melalui DMC yang hadir untuk membersamai para siswa yang terdampak pasca gempa NTT.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Gramedia karena sudah berbagi bersama siswa kami di sini. Karena dalam kondisi kami saat ini, Dompet Dhuafa selalu datang dan selalu membantu kami dari membuat sekolah darurat dan sekarang juga membagikan alat sekolah baru untuk siswa kami,” ujar Rofinus Meno, salah satu pengajar SDN Natakupe.

Ia juga mengungkapkan perasaan harunya setiap Tim DMC Dompet Dhuafa menyambangi para siswanya. Rofi menyatakan, kehadiran Tim DMC selalu begitu dinantikan para siswanya.
“Kedatangan kakak-kakak DMC Dompet Dhuafa ini selalu dinantikan anak-anak karena mereka selalu terhibur dan bisa melupakan sejenak kekhawatiran mereka dari susulan gempa,” imbuhnya.


Usai dibagikan paket alat sekolah, senyum sumringah merekah pada wajah para siswa sembari saling membuka isi paket alat sekolah baru mereka masing-masing.
Kawan Baik, kegiatan ini tidak hanya sekedar membawakan sepaket kebahagiaan bagi mereka, melainkan juga sebagai bentuk komitmen DMC Dompet Dhuafa untuk selalu membersamai penyintas dalam melalui masa pemulihan pasca gempa. (Shinta FN/ID Humanity Dompet Dhuafa).
