
Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar Temu Refleksi: Indonesia Darurat Bencana di Outlier Cafe Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin (24/08). Kegiatan ini digelar untuk mengajak komunitas pegiat kemanusiaan dalam menggalakkan aksi kemanusiaan secara kolaboratif dan berkelanjutan di tengah kondisi darurat bencana di berbagai wilayah di Indonesia.
Bertajuk “Bersatu dalam Aksi, bersama Pulihkan Negeri”, kegiatan ini diikuti oleh 20 komunitas yang sebelumnya telah menjalin kolaborasi aksi dengan ID Humanity Dompet Dhuafa.
Manajer Kemitraan ID Humanity Dompet Dhuafa, Maya Nuraini menyatakan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan aksi kemanusiaan yang berdampak untuk membantu para penyintas di lokasi bencana.

“Kami menyadari bahwa kami tidak mungkin bergerak sendiri dalam melakukan upaya yang berdampak bagi penyintas dengan segala keterbatasan yang ada. Sehingga, lewat kegiatan ini, kami yakin bahwa inisiatif-inisiatif kebaikan dari teman-teman semua ketika dikolaborasikan bersama kami, insya Allah dapat memberikan dampak yang besar untuk membantu penyintas bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah ID Humanity Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, menjelaskan bagaimana upaya-upaya Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dalam merespons cepat bencana dapat dikolaborasikan bersama.

“Dalam tanggap darurat, kami selalu berupaya merespons secepat mungkin kebutuhan para penyintas di lokasi bencana, baik yang sifatnya pangan maupun sandang. Sepanjang 2026 ini, Tim kami juga sudah merespons di beberapa wilayah di Indonesia seperti recovery bencana Sumatra, kekeringan di Pulau Jawa, karhutla di Kalimantan, dan gempa bumi di NTT yang sampai saat ini masih terjadi gempa susulannya,” ujarnya.
“Tentunya dengan upaya-upaya tersebut yang juga kami paparkan dalam pertemuan hari ini menjadi cara kami untuk merangkul para pegiat kemanusiaan agar bisa berkolaborasi dalam menyalurkan kebaikan bagi penyintas bencana,” imbuhnya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua sesi yang di antaranya, pada sesi pertama berlangsung dengan penyampaian terkait kondisi terkini dari berbagai bencana di Indonesia serta peran penting kolaborasi relawan dalam merespons darurat bencana.

Kemudian sesi kedua berlanjut dengan penyampaian workshop kolaborasi campaign digital untuk membekali peserta dalam mewujudkan aksi kolaborasi yang berdampak bersama ID Humanity Dompet Dhuafa.
Salah satu peserta, Putri Melta Sari menyatakan, usai mendengarkan pemaparan tentang kondisi terkini di lokasi bencana, semakin menyadarkannya untuk bisa turut serta membantu saudara-saudara yang terdampak. Apalagi saat Melta mendengar bagaimana anak-anak yang paling terdampak dalam bencana.

“Dari refleksi ini semakin menyadarkan saya bahwa sebagai makhluk sosial kita saling membutuhkan satu sama lain. Apalagi di sana anak-anak juga terdampak. Jadi menurutku, ini sangat penting buat kita yang di sini masih bisa tidur nyenyak, setidaknya ikut membantu dengan yang kita bisa seperti mulai dari mengajak orang-orang untuk bersama-sama membantu para penyintas,” ujarnya.
Melta yang saat ini tergabung dalam Jiva Catalyst Foundation ini juga mengungkapkan bahwa bersama komunitasnya, ia akan menjalin kolaborasi dengan ID Humanity Dompet Dhuafa.
Lebih lanjut, Maya berharap, dengan kolaborasi yang akan dilakukan bersama peserta dari berbagai komunitas tersebut dapat menggerakkan kepedulian dari lebih banyak orang.
“Kami harap, setelah ini dapat segera terjalin kolaborasi bersama komunitas melalui apapun yang bisa kita lakukan saat ini sehingga bisa menggerakkan lebih banyak orang untuk membantu saudara-saudara kita di sana. Dan bahkan kami juga berharap agar teman-teman komunitas yang sudah berkolaborasi bersama kami suatu hari bisa ikut ke lokasi bencana,” pungkasnya. (Shinta FN/ID Humanity Dompet Dhuafa)
