amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Bogor, Jawa Barat-Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) memberi terapi okupasi dengan bertani dan berkebun di lahan Yayasan Daarul Miftah Mulia (YDMM) Ibnu Ruslan, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (13/06/2026).
LPM mengajak kawan disabilitas mental memanen jagung dan mengelola hasil kebun untuk melatih motorik, tanggung jawab, kemandirian, serta interaksi sosial.
“Meningkatkan fungsi kognitif dan emosional kawan disabilitas mental melalui kegiatan produktif di alam terbuka,”ungkap Tim PDM LPM Dompet Dhuafa, Irawan.
Bukan hanya terapi pertanian saja yang telah diakukan, Dompet Dhuafa juga banyak melakukan terapi lainnya, termasuk terapi kegiatan sosial yaitu membersihkan fasilitas umum seperti tempat ibadah, tamam bermain, jalan raya, dan lain-lain.
Selain itu Dompet Dhuafa juga melakukan terapi dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji, berdoa dan sholawat.
“Dompet Dhuafa sangat dan penuh perhatian terhadap mereka yang saat ini mengalami gangguan kejiwaan, maka Dompet Dhuafa ingin mereka yang sedang mengalami gangguan kejiwaan itu menjadi lebih baik dan lebih bisa diterima oleh masyarakat ketika mereka kembali ke rumah”, lanjut Irawan.
Lebih dari 30 kawan binaan YDMM yang turut serta dalam terapi ini.
Terapi-terapi seperti ini sejalan dengan pendekatan rehabilitasi psikososial yang menekankan pemulihan melalui keterlibatan aktif, bukan sekadar isolasi medis.
Melalui serangkaian terapi berbasis aktivitas yang disebutkan di atas, LPM Dompet Dhuafa berharap para kawan disabilitas mental dapat pulih secara bertahap dan mampu reintegrasi dengan masyarakat.
Muharram Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreasi untuk Anak-anak Yatim Depok–Di Indonesia, bulan Muharam dianggap bulannya…
Gerakan Cinta Al-Qur'an dan Sholawat: Cordofa Gelar Lomba Spesial Peringati Awal Tahun Hijriah. Lampung Utara,…
.Bangun Kesiapsiagaan, DMC Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama dan Water Rescue di Lebak. Lebak, Banten—ID Humanity…
DMC Latih Karyawan Mahir P3K dan Kebakaran. Tangerang Selatan—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa latih…
NTT — Bagi sebagian orang, Iduladha identik dengan aroma sate yang mengepul, hidangan istimewa di…
Bogor–Dalam rangka peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Dompet Dhuafa menerima penghargaan dari Pemerintah Kota…