amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ img.acss1ec8d{aspect-ratio:1.7696078431372548;height:auto;max-width:750px;}div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

Latih Kesiapsiagaan Sejak Dini, TK Bakti Mulya 400 dan DMC Dompet Dhuafa Gelar Simulasi Gempa

Jakarta–Ketika sirine peringatan gempa berbunyi, anak-anak segera menutupi bagian atas kepala mereka dengan kedua tangan dan berlindung di bawah meja belajar mereka.

Setelah menunggu selama 30 hingga 60 detik sirine peringatan berhenti berbunyi, tanda gempa telah usai, para guru mengarahkan anak-anak untuk keluar dari kelas dengan tertib untuk menuju area terbuka yang telah ditetapkan sebagai titik kumpul dan evakuasi.

Di titik kumpul, para guru mengecek kembali kondisi anak-anak, memastikan tidak ada yang tertinggal dan terluka.

Simulasi ini dilakukan sesuai dengan instruksi dan standar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Pada Rabu (2/9/2026) pagi, anak-anak TK Bakti Mulya (BM) 400 Pondok Indah, Jakarta Selatan, melakukan latihan simulasi bencana gempa bersama kawan-kawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.

Mereka mengikuti rangkaian simulasi evakuasi mandiri gempa secara tertib dan saksama.

Tidak hanya anak-anak, para guru di sekolah terlibat dalam latihan kesiapsiagaan bencana ini.

Sebelum melakukan simulasi, kawan-kawan DMC Dompet Dhuafa memberikan edukasi terkait apa itu gempa, bagaimana dampaknya, dan langkah-langkah tepat yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

Rangkaian edukasi dan simulasi bencana gempa ini merupakan wujud komitmen TK Bakti Mulya 400, bekerja sama dengan DMC Dompet Dhuafa, dalam menciptakan sekolah aman bencana bagi warga sekolah.

Untuk itu penting bagi anak-anak dan juga para guru memiliki wawasan tentang bencana dan terbiasa melakukan simulasi.

Miss Asty, pengajar di TK Bakti Mulya 400, menilai anak-anak usia dini perlu diperkenalkan ilmu pengetahuan tentang bencana gempa untuk membentuk sikap siaga jika bencana sewaktu-waktu terjadi.

“Karena gempa bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja, anak-anak usia dini membutuhkan pengenalan dan ilmu bagaimana menangani gempa. Mereka di sini belajar bagaimana cara mengatasi ketika gempa itu terjadi. Jadi mereka punya kesiapsiagaan untuk dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” terang Miss Asty.

Miss Asty menjelaskan program edukasi dan simulasi bencana gempa adalah salah satu program yang dijalankan TK Bakti Mulya 400 bersama DMC Dompet Dhuafa. Praktik simulasi evakuasi mandiri dari bencana gempa ini selalu dievaluasi perkembangannya. Hal ini guna melacak sejauh mana anak-anak menyerap wawasan dan kapasitas tentang kesiapsiagaan bencana.

Miss Asty berharap apa yang telah terlaksana di TK Bakti Mulya 400 bisa diikuti juga oleh sekolah-sekolah lainnya. Sehingga, pengurangan risiko bencana bisa tercapai, khususnya di lingkungan sekolah.

Achmad Lukman, Kabag Mitigasi, dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa menjelaskan pembiasaan latihan simulasi bencana untuk anak-anak usia dini punya pengaruh besar dalam pengurangan risiko bencana.

“Rutinnya melakukan simulasi untuk anak-anak akan melatih mindset dan menguatkan kapasitas mereka menghadapi bencana. Ketika kedaruratan terjadi mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan. Ketika mindset kesiapsiagaan sudah terbentuk, anak-anak tidak lagi panik, mereka bisa keluar dari kondisi darurat bencana dengan selamat,” ujar Achmad Lukman. (M.Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Berjibaku hingga Dini Hari, Tim DMC Dompet Dhuafa Padamkan Titik Api di Ogan Ilir

Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Sukri menerangkan bahwa api muncul di ladang padi di Desa Ulak Sugeleng,…

15 hours ago

Rumah Aman Asap, Ikhtiar Menjaga Napas dan Harapan Warga di Tengah Karhutla

Palangka Raya, Kalimantan Tengah — Ketika kabut asap menyelimuti Palangka Raya, ancaman kebakaran hutan dan…

21 hours ago

Jangan Takut dengan Spanduk, Ia Bisa Jadi Kreasi Berkelanjutan

Jakarta—“Gue punya dosa bikin sampah, lalu apa yang bisa gue lakuin?” aku MG Pringgotono pada…

2 days ago

Kolaborasi Darling Dompet Dhuafa dan NYK Line Indonesia Hadirkan 900 Paket Sarapan Bergizi

Jakarta–Di balik gedung-gedung yang menjulang tinggi, terdengar langkah tangguh para pejuang rupiah yang berpacu dengan…

2 days ago

Kami Belum Pulih

Setiap kali pemulihan dikatakan, ada sisi yang belum terungkap yang kerap kali menciptakan jarak: kondisi…

6 days ago

Peringati Bulan PRB 2026, DMC Dompet Dhuafa DMC Dompet Dhuafa Edukasi Santri tentang Kesiapsiagaan Bencana

Serang, Banten—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar sosialisasi dan edukasi Sekolah Siaga Bencana di…

7 days ago