amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Depok–Masa pemulihan yang dijalani pasien di rumah sakit, tentu bukanlah masa yang mudah untuk dilalui tanpa adanya dukungan penguatan spiritual yang menyertainya. Meski para tenaga kesehatan selalu hadir dalam mengupayakan kesembuhan pasien secara medis, namun memberikan penguatan spiritual pasien juga penting dalam mempercepat pemulihan pasien dari rasa sakitnya.
Untuk itu, ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menggelar Pelatihan Spiritual Power bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada Kamis (3/9). Bertempat di Auditorium Utama RSUI, Depok, pelatihan ini digelar untuk membekali para tenaga kesehatan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara holistik bagi pasien.
“Pendekatan spiritual bagi pasien itu menjadi satu hal yang tidak terpisahkan dalam upaya percepatan penyembuhan pasien. Maka, penting bagi para nakes untuk memberikan pelayanan secara holistik dengan tidak hanya dari sisi medis, namun juga dengan bimbingan rohani yang bisa memberikan ketenangan dari rasa cemas pasien,” ujar Ahmad Shonhaji, Direktur Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh 131 peserta dan berlangsung dalam tiga sesi pemaparan materi, di antaranya meliputi, fikih marid atau fikih bagi orang yang sedang sakit, penguatan kesehatan mental secara holistik bagi nakes dalam penanganan pasien, serta pemulasaraan jenazah.
Dinda, salah satu peserta yang juga merupakan dokter jaga yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUI, menyatakan, pelatihan ini membuatnya mendapatkan banyak wawasan baru untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.
“Pelatihan hari ini menurut saya banyak banget insight dan wawasan barunya, dan ini juga jadi refreshment buat saya karena beberapa materi yang sudah saya pelajari sebelumnya dikuatkan lagi di pelatihan ini,” ungkapnya.
“Untuk insight baru yang saya dapatkan juga misalnya mengingatkan pasien buat shalat meski dalam keadaan sakit, karena ini masih menjadi kewajiban mereka. Itu sebelumnya gak terpikirkan sama saya, karena selama ini saya lebih fokus ke pelayanan medisnya,” lanjutnya.
Dinda juga mengaku semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental dirinya sebagai nakes agar bisa membantu pasien dengan lebih baik.
“Setelah ikut pelatihan ini, saya juga merasa ingin lebih mindful saat menangani pasien nantinya, sehingga saya bisa memberikan pelayanan yang lebih holistik ke depannya. Dan tadi juga sempat diingatkan kalau lagi burnout harus balik lagi menguatkan fondasi iman dan spiritualitas kita sebagai nakes yang mendapatkan amanah untuk melayani dan membantu sesama,” pungkas Dinda.
Pelatihan ini juga digelar sebagai langkah awal Program Bimbingan Rohani Pasien (BRP) dan rumah singgah Shelter Sehati LPM Dompet Dhuafa dalam menjalin kerja sama dengan RSUI.
Shonhaji menambahkan, kerja sama ini menjadi upaya LPM untuk membangun sinergi bersama nakes di RSUI dalam membantu pasien melewati masa sulit saat pemulihannya.
“Karena tenaga bimbingan rohani terbatas jumlah orangnya dan juga terbatas waktunya, maka peran tenaga medis menjadi sangat penting karena mereka yang lebih intens mendampingi pasien. Ini menjadi upaya kami dalam membangun sinergi bersama nakes di RSUI sehingga akan terbangun penguatan mental dan psikologis pasien dan yang paling penting adalah membangun citra positif pelayanan RS,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp. Obginsos, menyatakan, kerja sama ini sangat membantu para nakes mengingat RSUI merupakan rumah sakit tipe A, yang seringkali menangani pasien dengan kasus berat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjalin kerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam pelayanan bimbingan rohani ini. Karena tantangan yang dihadapi para nakes RSUI sebagai rumah sakit tipe A tentu tidak mudah. Maka, kerja sama ini dan juga pelatihan yang diberikan Dompet Dhuafa sangat membantu dalam peningkatan pelayanan nakes kami,” ujarnya.
Ia juga berharap, kerja sama ini akan membawa keberkahan bersama serta mempererat kepedulian dalam membantu pasien mendapatkan pelayanan kesehatannya.
“Mudah-mudahan ke depannya kerja sama dengan Dompet Dhuafa ini semakin membawa keberkahan sekaligus mempererat kepedulian kita pada masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
(Shinta FN/ID Humanity DD).
Jakarta–Ketika sirine peringatan gempa berbunyi, anak-anak segera menutupi bagian atas kepala mereka dengan kedua tangan…
Jakarta, – Dalam upaya memperluas jejaring kemanusiaan lintas batas negara, IJMA Foundation for Humanitarian Action…
Nagakeo, NTT—Uluslararasi İnsani Kalkinma Derneği/ International Human Development Organization (4TDK) dan Disaster Management Center (DMC)…
Sikka, NTT—Dompet Dhuafa tembus Pulau Palue untuk menyalurkan bantuan 45 sembako untuk penyintas gempa bumi…
Nagakeo, NTT—“Sangat penting belajar tentang Al-Quran, karena selain untuk tahu baca Al-Quran, kedua untuk menanamkan…
JAKARTA--Senyum ramah Bambang Setiawan (60) di bilik toko kacanya kini tinggal kenangan. Di tengah hiruk-piruk…