
Bogor, Jawa Barat—Dompet Dhuafa melalui Program Barzah resmi menjalin kemitraan dengan 19 lembaga penyedia layanan mobil jenazah se-Jabodetabek. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung pada Kamis (27/11/2025), bertempat di Aula Masjid Al-Madinah, Zona Madina, Bogor. Sebanyak 19 calon mitra yang merupakan perwakilan dari setiap lembaga hadir untuk meresmikan sinergi ini.
Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Sonhaji, menegaskan bahwa setiap program yang diinisiasi lembaga selalu berangkat dari problematika masyarakat.
“Semua program Dompet Dhuafa lahir dari kondisi nyata masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga budaya. Termasuk layanan sosial pemulasaraan jenazah yang menginspirasi lahirnya Program Barzah,” ungkapnya.

Ahmad Sonhaji juga menceritakan bahwa Program Barzah sendiri muncul setelah banyak fenomena memilukan, seperti jenazah diangkut dengan gerobak, keluarga tak mampu menyewa ambulans, hingga sulitnya akses kendaraan bagi keluarga dhuafa.
“Kami pernah berdiskusi soal kebutuhan ambulans jenazah, bahkan sebelum programnya resmi ada. Namun Allah menjawab lebih cepat. Dua hari kemudian, kami diberi amanah mobil ambulans pertama dari para dermawan,” ujarnya mengenang awal mula program Barzah terbentuk.

Sementara itu, Kamaludin, Kepala Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, menyampaikan bahwa dengan kebutuhan layanan jenazah yang terus meningkat setiap hari, kapasitas 11 ambulans Barzah jelas belum mampu memenuhi seluruh permintaan masyarakat.
“Setiap hari ada permintaan yang jauh melebihi jumlah armada kami. Karena itu, Barzah tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu mitra, dan hari ini 19 lembaga berkomitmen bersama untuk memperluas manfaat layanan jenazah bagi kaum dhuafa,” jelasnya.

Beberapa perwakilan mitra turut memberikan pandangannya, “Urgensinya sangat tinggi, terutama bagi keluarga dhuafa yang tidak memiliki akses layanan jenazah. Kerja sama ini menjadi jawaban atas keterbatasan kami agar bisa melayani lebih baik,” Ujar Suhery Wiguja, perwakilan SEMUT Tangsel.

Senada dengan itu, Umi Lestari dari Yayasan Rumah Adelio Peduli juga menyampaikan apresiasi atas kemitraan ini, “Selama ini pemulangan jenazah ke luar kota atau provinsi sangat berat bagi penerima manfaat kami. Alhamdulillah, kerja sama ini benar-benar melegakan. Semoga berlanjut dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

Dengan penandatanganan PKS ini, Dompet Dhuafa secara resmi memiliki cakupan kolaborasi yang lebih kuat dan terstruktur. Program Barzah diharapkan menjadi ikhtiar kolektif yang menjaga martabat jenazah dan meringankan beban keluarga dhuafa. (Hasna Aghnia Mumtazah/LPM Dompet Dhuafa)
