amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Bekasi—Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa silaturahmi kepada keluarga korban kecelakan persimpangan Unisma, Bekasi pada Rabu (01/07/2026) di kediaman pribadi keluarga di Kelurahan Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sebelumnya pada Senin (29/07/2026) truk menabrak pengendara motor hingga menewaskan satu jiwa dan melukai lima orang.
Diduga truk mengalami rem blong hingga menabrak kendaraan di persimpangan jalan Unisma.
Satu korban jiwa bernama Sukanta (44) saat itu sedang hendak pulang sehabis bekerja. Almarhum merupakan tulang punggung keluarga. Almarhum meninggalkan istrinya yang bernama Melani (34) dan ketiga puteri.
Melani (34) saat ini harus menghidupi tiga anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD, serta satu lagi masih belum sekolah.
Bertempat di rumah yang dulu menjadi tempat berkeluh kesahnya almarhum dan keluarga, Melani masih memandang dengan dekat foto-foto almarhum.
“Saya masih sedih,” ucapnya membuka percakapan.
“Almarhum sangat bertanggung jawab kepada keluarga”, lanjutnya.
Beliau dan almarhum bertemu di tahun 2010, selang dua tahun, mereka lanjut ke jenjang pernikahan hingga melahirkan putri-putri yang sehat dan hebat.
Dengan berbekal kendaraan roda dua, almarhum menembus malam dan debu untuk menafkahi keluarga.
“Paginya masih seperti biasa. Minum kopi di depan rumah sambil menikmati cuaca pagi”, kakak Melani yang sedang menemani beliau.
Melani masih belum mengetahui rencana ke depan selepas kepergian almarhum suami. Dia masih harus membayar angsuran rumah dan membiayai sekolah anak-anaknya seorang diri.
“Saya masih belum tahu mau melakukan apa”, sembari memandangi foto mendiang suami di telepon genggamnya.
LPM silaturahmi dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. LPM juga siap memberikan pendampingan berupa pemberdayaan berkelanjutan bagi keluarga maupun anak-anak mendiang korban.
“Aksi ini merupakan upaya kami sebagai respons atas peristiwa yang terjadi di masyarakat: seputar kemiskinan atau kejadian yang membutuhkan bantuan yang sifatnya insidental,” ujar Koordinator Program Layanan Mustahik (Lamusta) LPM, Rifky Reynaldi.
Semoga dengan silaturahmi mampu menguatkan keluarga korban yang ditinggalkan dan menjadi catatan kepada seluruh pihak untuk lebih sadar akan keamanan berkendara.
Jakarta—Rumah Sukiyem (65) yang berada di bantaran Banjir Kanal Barat, kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang,…
Muharram Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreasi untuk Anak-anak Yatim Depok–Di Indonesia, bulan Muharam dianggap bulannya…
Inovasi Inklusi, LPM Manfaatkan Aktivitas Bertani sebagai Media Terapi Mental. Bogor, Jawa Barat-Lembaga Pelayan Masyarakat…
Gerakan Cinta Al-Qur'an dan Sholawat: Cordofa Gelar Lomba Spesial Peringati Awal Tahun Hijriah. Lampung Utara,…
.Bangun Kesiapsiagaan, DMC Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama dan Water Rescue di Lebak. Lebak, Banten—ID Humanity…
DMC Latih Karyawan Mahir P3K dan Kebakaran. Tangerang Selatan—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa latih…