amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Jakarta—Durwiyah, warga asal Karawang, mendapat banyak kemudahan di Shelter Sehati Dompet Dhuafa di Johar Baru, Jakarta Pusat. Sudah empat bulan lamanya ia tinggal di sana mendampingi Ajeng, anaknya, yang sedang dalam masa pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dengan berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan rumah singgah pasien dari Dompet Dhuafa itu, ia bisa merawat Ajeng secara penuh.
Ajeng (16 tahun) mengalami retensi urin, yakni kondisi ketika seseorang tidak bisa buang air kecil, sehingga urin menumpuk di dalam kantung kemih. Selain tidak bisa buang air kecil, Ajeng juga punya kesulitan dalam buang hajat. Dengan kondisi seperti itu Ajeng terpaksa melewati prosedur bedah untuk dibuatkan saluran pembuangan alternatif lewat perut.
Pasca-operasi, perkembangan kondisi Ajeng terus dipantau. Ia juga masih harus melakukan rawat jalan di RSCM. Ditemani ibunya, ia sempat beberapa kali pulang-pergi Karawang-Jakarta. Sampai akhirnya bermukim di Shelter Sehati Dompet Dhuafa.
Durwiyah mengatakan bahwa ia dan anaknya merasa betah dan sangat terbantu tinggal di Shelter Sehati Dompet Dhuafa. Di sana, mereka bisa beristirahat dengan nyaman, makan dan minum disediakan secara gratis. Dan juga disediakan layanan antar-jemput untuk berobat disediakan secara cuma-cuma oleh Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa.
Berbagai fasilitas yang disediakan LPM Dompet Dhuafa meringankan beban Durwiyah yang memiliki keterbatasan biaya selama merawat anaknya selama proses penyembuhannya.
“Alhamdulillah di sini disediakan makan setiap hari. Tempat tinggalnya juga layak. Ada fasilitas lain-lain kayak antar jemput, mesin cuci, dan lain-lain,” kata Durwiyah.
“Semua fasilitas yang ada di sini sangat membantu saya dan Ajeng,” tambahnya.
Terbaru, Durwiyah sangat terbantu dengan adanya sepeda listrik di shelter. Ia menggunakannya untuk pergi ke warung saat ada keperluan membeli obat atau buah-buahan. Sebelum ada sepeda listrik, ia harus berjalan kaki.
“Ajeng kadang-kadang suka mau makan ini-itu. Atau mau beli buah tertentu. Biasanya saya cari di luar, jalan kaki. Alhamdulillah semenjak ada sepeda listrik jadi lebih mudah kalau ada keperluan mendadak itu,” ujar Durwiyah.
Saat kami berbincang-bincang dengan Durwiyah, seorang perempuan datang menghampiri kami dan meminta izin untuk menggunakan sepeda listrik. Katanya, ia hendak ke warung untuk membeli tepung terigu.
“Alhamdulillah, sekarang kalau ke warung enggak perlu jalan kaki jauh lagi. Tinggal nyalain sepeda listrik,” ucapnya riang.
Ia adalah Eliza, warga asal Bangka Belitung yang tinggal di Shelter Sehati untuk mendampingi ibunya yang tengah sakit. Ia datang ke Jakarta untuk menemani sang ibu berobat di RSCM karena ada kelenjar tiroid yang membengkak di salah satu bagian tubuhnya.
Baru dua minggu ia berada di Shelter Sehati Dompet Dhuafa, tetapi ia sudah merasakan banyak keleluasaan selama merawat ibunya di sana.
Sepeda listrik yang ada di Shelter Sehati Dompet Dhuafa merupakan donasi dari PT Surveyor Indonesia. Kendaraan yang mudah dioperasikan ini cukup membantu para ibu pendamping pasien, terutama ketika ada keperluan mendadak di luar rumah singgah.
“Bersyukur banget sekarang ada kendaraan sepeda listrik ini. Jadi mudah kalau mau ke mana-mana,” kata Eliza.
Selain itu, ada bantuan paket sound system persembahan dari Masterofceremony.id (MC.ID). Paket tersebut dilengkapi juga dengan dua unit Speaker dan standing, amplifier, kabel, dan dua mic wireless.
Seperangkat alat ini dapat digunakan untuk salat berjamaah, tausiyah, dan berbagai kegiatan bimbingan keterampilan rutin di Shelter Sehati.
Durwiyah dan Eliza menyadari bahwa berbagai keringanan yang mereka dapatkan selama tinggal di Shelter Sehati seperti memberikan semangat baru dalam merawat keluarga mereka. Mereka percaya, semangat itu akan menular kepada pasien-pasien yang kini tengah berjuang untuk sembuh.
LPM Dompet Dhuafa berharap sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak terus bertambah, agar semakin banyak keluarga pasien yang tengah mengalami kesulitan dapat terbantu secara maksimal dan dapat melewati masa-masa sulit dengan lebih tenang. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)
Bogor–Waktu baru menunjukkan pukul 8.00 WIB di hari Minggu (9/8), namun tampak sejumlah mahasiswa sudah…
Bogor—Indonesia, sebagai negara yang letak geografisnya berada di jalur cincin api Pasifik (ring of fire)…
Kalimantan Tengah–Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespons kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin…
Padang, Sumatera Barat—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Singgalang merespons banjir yang…
Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan. Kuningan, Jawa Barat–Bagi…