amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Jakarta—100 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mendapat pelatihan spiritual power untuk menangani pasien dengan pendekatan rohani. Pelatihan ini diadakan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa bersama RSCM, pada Jumat (19/9/2025) di Gedung Serbaguna Kiara RSCM, Jakarta Pusat.
Pelatihan ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada nakes, dalam hal ini perawat, agar mampu memberikan bimbingan rohani pasien sesuai tata cara dan tuntunan ajaran Islam.
“Banyak pasien yang mengalami kendala saat beribadah karena kondisi kesehatannya, dan tidak tahu bagaimana cara ibadah. Ketika nakes sudah mengetahui keilmuannya, fiqih-nya, mereka bisa membantu pasien untuk beribadah,” ucap Kepala LPM Dompet Dhuafa, Kamaludin.
Kamaludin bilang pelatihan ini merupakan bagian dari program Bimbingan Rohani Pasien (BRP) yang dijalankan oleh LPM dengan mengirimkan dai atau ustad ke ruang pasien untuk memberikan bimbingan rohani.
Pelatihan spiritual ini dirancang untuk menjadi solusi ketika para ustad punya keterbatasan akses dalam memberikan bimbingan rohani.
“Para nakes bertemu pasien setiap hari. Sementara dai atau ustad punya akses yang terbatas. Hanya dua kali dalam seminggu. Jadi nakes-nakes bisa memberikan penguatan rohani kepada pasien yang membutuhkan setiap hari,” lanjut Kamaludin.
Lewat pelatihan ini menandakan juga kerja sama antara LPM Dompet Dhuafa dan RSCM dalam menjalankan program BRP dan Shelter Sehati Dompet Dhuafa atau rumah singgah untuk pasien rujukan.
Direktur Layanan Operasional RSCM Dr. dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K), MPH, mengatakan kerja sama dengan Dompet Dhuafa membantu RSCM dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Ini win-win solution. Dompet Dhuafa membantu kaum dhuafa, dan kita (RSCM) yang menindaklanjuti dengan mengupayakan kesembuhan lewat medis,” ujar dr. Astuti.
Ia juga menilai penting kegiatan pelatihan spiritual. Menurutnya para perawat menjadi garda terdepan yang selalu menyertai para pasien di rumah sakit.
“Mereka bertemu pasien 24 jam. Kalau mereka tidak memiliki kapasitas dalam bimbingan rohani ini, ketika berinteraksi dengan pasien khawatir menjadi suatu masalah,” pungkasnya. (Muhammad Afriza Adha/LPM Dompet Dhuafa)
Sulawesi Tengah—Bulan Ramadan biasa menjadi momen pas untuk belajar lebih dalam tentang Islam. Kegiatan pesantren…
Bekasi—Saat memasuki bulan Ramadan biasanya hadir kehangatan dalam kebersamaan dengan keluarga. Namun, tampaknya hangatnya kebersamaan…
RS UI dan LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Keceriaan Ramadhan untuk Pejuang Sehat Talasemia. Depok—Kemuliaan bulan…
Ramadhan Inklusif bersama LPM Dompet Dhuafa. Bogor--Pada Kamis (12/03), ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Lembaga…
Aceh Tamiang—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan fidyah untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh…
oplus_2 Jakarta—Dompet Dhuafa hadirkan Grebek Kampung di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat pada…