amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Sulawesi Tengah—Bulan Ramadan biasa menjadi momen pas untuk belajar lebih dalam tentang Islam. Kegiatan pesantren kilat (sanlat), sebagai wadah belajar Islam, kerap hadir di setiap bulan penuh berkah ini.
Di Desa Poi, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, para relawan ID Humanity Dompet Dhuafa, mengajak warga yang merupakan para mualaf ikut serta dalam kegiatan pesantren kilat yang mereka selenggarakan, pada Sabtu (14/3/2026). Di sana, peserta belajar banyak hal, mulai dari praktik wudhu dan shalat sampai membiasakan membaca doa-doa harian.
Ahmad Syatir, relawan ID Humanity Dompet Dhuafa, menjelaskan Desa Poi merupakan salah satu wilayah yang memiliki kampung mualaf dengan jumlah sekitar 30 KK. “Sebagian besar dari mereka merupakan mualaf baru yang masih berada pada tahap awal mempelajari dasar-dasar keislaman, seperti tata cara wudhu, shalat, bacaan Al-Qur’an, serta pemahaman tentang ibadah di bulan Ramadan.”
Di Desa Poi, selama ini para mualaf belajar Islam secara mandiri, karena belum ada kegiatan pembinaan mualaf yang terjadwal secara konsisten.
“Sebagian mualaf belajar secara mandiri tanpa pendampingan intensif, sehingga berpotensi menimbulkan rasa ragu, kurang percaya diri, bahkan kesulitan dalam menjalankan ibadah sehari-hari,” kata Syatir.
“Melihat kondisi tersebut, kami berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan Kampung Mualaf di Desa Poi dengan pendekatan sederhana, praktis, dan menyentuh,” lanjutnya.
Tidak hanya belajar mengenai Islam, para peserta juga berkesempatan menerima ragam paket santunan yang terkumpul dari sedekah donatur ID Humanity Dompet Dhuafa, seperti paket sembako, perlengkapan sekolah, dan mushaf Al-Quran.
“Melalui sinergi relawan, masyarakat setempat, dan para donatur, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam penguatan iman dan pendampingan mualaf di Desa Poi secara berkelanjutan,” ucap Syatir. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)
Kalimantan Tengah–Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespons kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin…
Padang, Sumatera Barat—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Singgalang merespons banjir yang…
Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan. Kuningan, Jawa Barat–Bagi…
Bantul, Yogyakarta—Upaya mewujudkan lingkungan yang hijau sekaligus produktif terus dilakukan Disaster Management Center (DMC) Dompet…
Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Khadijah Learning Center,…
Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan. Katingan, Kalimantan Tengah--"Pertama kali menjadi relawan, saya…