amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}img.acss43235{aspect-ratio:1/1;object-fit:cover;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

DMC Dompet Dhuafa Terus Dampingi Penyintas Longsor di Banjarnegara

Banjarnegara—Saat longsor terjadi di perbukitan Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, pada Minggu (16/11/2025) siang, warga berlari menjauh dari rumah mereka. Keselamatan diri dan keluarga menjadi satu-satunya prioritas. Tak ada harta benda yang sempat diselamatkan, selain pakaian yang melekat di tubuh.

Begitu pula yang dialami Mustarom (35), warga Pandanarum yang terdampak longsor. Ia menjelaskan bahwa hampir tak ada barang yang bisa diselamatkan. Rumah yang ditempatinya bersama istri dan anaknya hancur lantak diterjang longsor.

Kini Mustarom tinggal di pos pengungsian GOR Desa Beji, Kecamatan Pandanarum, dengan perlengakapan diri yang serba terbatas. Termasuk pakaian untuk si kecil Arfam, anak bungsunya.

Pada Minggu (23/11/2025) malam, ketika tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membagikan baju anak untuk penyintas anak di Pos Pengungsian GOR Beji, Mustarom menyunggingkan senyumnya. Sebenarnya saat itu ia sudah tertidur, namun teriakan-teriakan kecil anak-anak di pengungsian, termasuk Arfam, membuatnya kembali terjaga.

Arfam tampak ceria, berlarian, membawa baju baru yang ia dapatkan untuk ditunjukkan ke Ibunya, Fitri (33).

Arfam minta bantuan Ibunya untuk memakaikannya baju baru itu. Di sampingnya, Mustarom menatapnya dengan penuh arti. Tenang. Melihat anaknya begitu semangat mencoba baju barunya.

“Sangat membantu. Anak-anak bisa ganti baju bersih yang layak pakai. Karena kami tidak banyak membawa pakaian,” tutur Mustarom.

Mustarom mengahturkan rasa terima kasihnya kepada para pihak yang telah membantu penyintas terdampak benacan longsor Banjarnegara.

Ia dan keluarga, dan juga para penyintas lainnya tidak bisa berbuat banyak setelah longsor terjadi. Mereka masih bergantung pada uluran kebaikan yang tak henti-henti datang membantunya untuk pulih dari kondisi sulit akibat bencana.

Malam itu, DMC Dompet Dhuafa menyalurkan pakaian anak untuk 43 penyintas anak di Pos Pengungsian GOR Beji serta snack ringan untuk mereka.

Di kesempatan yang sama, Tim DMC Dompet Dhuafa membagikan makanan rebus-rebusan, seperti ubi rebus, dan pisang rebus, untuk pengungsi di Pos Pengungsian GOR Beji. Kudapan ringan yang pas saat hujan terus mengguyur Pandanarum sejak sore hari.

Ahmad Yamin, Penanggungjawab DMC Dompet Dhuafa di respons bencana tanah longsor Banjarnegara mengatakan tim DMC akan terus melakukan pendampingan di pengungsian.

“Di pos-pos pengungsian, DMC menyiapkan layanan Pos Hangat untuk memastikan makanan dan minuman untuk pengungsi tetap tersedia,” ujar Ahmad.

Ahmad juga menjelaskan DMC Dompet Dhuafa tetap mengerahkan personil untuk membantu operasi pencarian korban yang masih tertimbun longsor di Dusun Situkung.

“Sampai hari Minggu (23/11), ada 16 korban yang masih dalam pencarian. Kami tetap menurunkan tim untuk membantu misi pencarian ini setiap harinya meskipun kondisi cuaca yang tidak pasti,” terang Ahmad.

Kawan Baik, hingga kondisi benar-benar pulih, DMC Dompet Dhuafa akan terus hadir menguatkan para penyintas di Banjarnegara. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Seragam yang Tak Kunjung Berganti

Gunungkidul, DIY–Celana merah SD itu kian menyempit di tubuh Muhammad Kurniawan. Namun, langkahnya menyusuri lorong…

1 day ago

Dukung dan Bersamai Penyintas Gempa NTT, Sekolah BM 400 Salurkan Donasi bersama ID Humanity Dompet Dhuafa

Jakarta–Memasuki masa pemulihan pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada…

6 days ago

Kolaborasi DMC Dompet Dhuafa dan MUI Bangun Kesiapsiagaan dalam Mitigasi Bencana Megathrust Jawa Timur

Jawa Timur–ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Megathrust…

1 week ago

Agar Anak-anak Aman dari Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Aktivasi Program Safe School di Sumatra Selatan

Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengaktivasi program Safe…

1 week ago

PRB YES DMC Dompet Dhuafa Ajak Anak Muda Belajar Mitigasi Bencana dari Masyarakat Adat Cisungsang

Lebak, Banten—Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa…

1 week ago

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Cordofa Hadirkan Layanan Dai Seribu Pulau

Jakarta—ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) kembali menghadirkan layanan Dai Seribu…

1 week ago