amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

ID Humanity Dompet Dhuafa dan LPHD Meluncurkan Program Kawasan Pemulihan Pesisir Subang

Subang-ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) meluncurkan program Kawasan Pemulihan Pesisir (KPP) di Desa Legonwetan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (21/02/2025).

Masyarakat yang terdiri dari para petani, pegiat lingkungan, dan jajaran pemerintah menghadiri peluncuran yang diselenggarakan di Desa Legonwetan.

Ahmad Baikhaki selaku Kabag Lingkungan DMC menyampaikan bahwa program yang akan dilaksanakan bersifat dinamis dan terbuka.

“Kami terbuka dan akan menyesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat,” jelasnya.

Program KPP ini nantinya mencangkup peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemulihan pesisir, pengelolaan wisata pesisir, kampanye pemulihan pesisir, dan pemantauan serta evaluasi program.

“Mudah-mudahan dengan ditambahnya program ini, kita lebih bisa menanggulangi yang banjir-banjir,” terang Bu Tarifah selaku Kepala Desa Legonwetan dalam sambutannya.

Sudah sejak beberapa tahun ke belakang Legonwetan selalu mengalami banjir rob dan abrasi tiap tahunnya.

Banjir rob dan abrasi ini menyebabkan tambak-tambak rusak dan masyarakat terus mengalami kerugian akibat ikan atau udang yang dibudidaya kabur saat banjir dan rusaknya tanggul-tanggul tambak. Tidak hanya tambak area pemukiman warga pun mulai digenangi oleh air laut kala ROB datang.

Beberapa rumah sudah ditinggalkan oleh pemiliknya dan saat ini terbengkalai, meskupun begitu masih banyak warga yang bertahan di kediamannya.

Berdasarkan pengakuan salah seorang nelayan dan warga setempat, banjir rob tahun 2024 adalah yang terparah dari yang pernah terjadi.

Banjir rob di Legonwetan turut dirasakan oleh tim DMC yang pada waktu itu berada di Legonwetan dalam kegiatan penanaman mangrove pada tahun 2024.

Banjir rob dapat mencapai ketinggian selutut pria dewasa dan menggenangi desa sampai berhari-hari.

Saat banjir terjadi, sekolah-sekolah diliburkan karena banjir menggenangi sekolah, begitu pun aktivitas masyarakat menjadi terganggu utamanya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan tambak dan nelayan laut.

Tanah-tanah menjadi berlumut dan lumpur, hingga sebagian warga harus beradaptasi dengan menaruh papan kayu di tanah jalan. Ada pula mereka yang memiliki penghasilan lebih membuat pagar agar air tidak memasuki pekarangan rumah.

“Abrasi mulai terjadi di tahun 2007. Waktu tahun 2012 motor masih juga aktivitas,” jelas nelayan tersebut saat menemani kami melihat lokasi penanaman mangrove DMC.

“Tahun 2024 parah, karena tanggul jebol, jadi banjir (rob) tinggi-tinggi terus. Tahun 2021 juga parah, sampai setengah bulan, tidak bisa beraktivitas. Karena di daratannya sendiri (dihantam) dari air kali dan air laut,” lanjutnya.

Semoga dengan berlangsungnya peluncuran program KPP ini mampu mengembalikan ekosistem pesisir dan mampu mengembalikan kualitas hidup serta keamanan hidup bagi masyarakat. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Arifian Fajar Putera/ ID Humanity)

ID HUMANITY

Recent Posts

Dompet Dhuafa Silaturrahim Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Perkuat Transparansi dan Kolaborasi

Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa melapor langsung kepada Gubernur Provinsi Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) terkait kinerja…

5 days ago

Dompet Dhuafa Percepat Pembangunan Rumtara untuk Penyintas Bencana di Aceh

Pidie Jaya, Aceh—Dompet Dhuafa lakukan percepatan pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) di Aceh untuk para penyintas…

7 days ago

Dompet Dhuafa Renovasi Polindes Guna Penunjang Akses Kesehatan Penyintas Banjir

Pidie Jaya, Aceh—Dompet Dhuafa renovasi fasilitas Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Meunasah Mancang, Kecamatan…

7 days ago

Dompet Dhuafa Gelar Rapat Koordinasi Tim Pemulihan Bencana Aceh

Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa gelar rapat koordinasi tim pemulihan bencana Aceh di Banda Aceh pada…

7 days ago

Perkuat Kolaborasi Pemulihan Aceh, Dompet Dhuafa Silaturrahim dengan Kemenag Aceh

Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa silaturrahim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh pada…

7 days ago

Sekolah Terendam, Semangat Tak Padam: Bertahan dalam Asa Pendidikan

Pidie Jaya, Aceh -- "Setiap tahun selalu banjir, tetapi ini yang tertinggi. Semua barang-barang kami…

2 weeks ago