Karhutla Membuat Kualitas Udara di Kalimantan Semakin Memburuk, DMC Dompet Dhuafa Gencar Bagikan Masker 

Kalimantan Barat—Di media sosial, sebuah video, terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, menjadi sorotan. Dalam video tersebut memperlihatkan kondisi bayi berusia 2 bulan batuk tersedak-sedak diduga akibat paparan kabut asap.  

Keterangan di video, tertulis sejak kabut asap menyelimuti wilayah tempat tinggalnya sang bayi mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti batuk hingga muntah-muntah, sulit tidur, sesak napas, dan kesulitan menyusu sehingga berat badannya mengalami penurunan secara drastis.  

Kondisi yang terekam dalam video tersebut cukup menggambarkan situasi yang kini tengah terjadi di Kalimantan secara umum. 

Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan telah menyelimuti sejumlah wilayah dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan terakhir, sejak awal atau pertengahan Juli hingga Agustus 2026. 

Akibat kebakaran yang menghanguskan ribuan hektar lahan ini, kualitas udara di Kalimantan mencapai level yang membahayakan. 

Merujuk pada Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan. 

Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Minggu (30/8/2026) pukul 18.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah sebesar 893.  

Sementara di Kalimantan Barat, Timur dan Selatan, berturut-turut berada di 721, 300, dan 289.  

Dengan kualitas udara yang buruk itu penggunaan masker jadi kebutuhan yang darurat.  

Merespons kondisi yang terjadi, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membagikan masker untuk warga di Dusun Lintang Batang, Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8/2026). 

“DMC Dompet Dhuafa membagikan masker setiap harinya sejak 21 Agustus 2026 lalu. Terhitung hingga hari ini ada sekitar 1000 masker yang telah dibagikan ke warga terdampak kabut asap di wilayah Sui Ambawang,” kata Eka Suwandi, Kabag Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa.  

Kata Eka, DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Umat juga membuka layanan pos medis di Dusun Lintang Batang untuk melayani warga yang memiliki gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap tersebut.  

“Kami juga masih turun dalam aksi pemadaman karhutla di wilayah Kubu Raya yang masih banyak terdapat titik panas. Semoga ikhtiar kami bisa membantu mengurangi beban yang diderita warga terdampak karhutla,” pungkas Eka.  

Kawan Baik, mari berdoa untuk saudara-saudara kita yang saat ini tengah berada dalam kesulitan akibat bencana. Mari kita saling membantu untuk memulihkan keadaan. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)