amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

Lansia di Cianjur Bertahan Hidup Sembari Rawat Anak Disabilitas, Layanan Mustahik LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan

Cianjur, Jawa Barat–Mimin, perempuan berusia 64 tahun, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan sosial pemerintah yang tidak menentu waktu pencairannya untuk menghidupi dirinya dan putrinya, Martini (40), yang menyandang disabilitas sejak lahir.

Mimin menjadi penopang utama keluarga sejak suaminya meninggal dunia. Dari tiga anak yang ia lahirkan, anak sulung tidak lagi memberi kabar setelah menikah, sementara anak kedua telah meninggal dunia. Kini hanya Martini yang tinggal bersamanya dan membutuhkan perhatian serta kesabaran ekstra saat berkomunikasi.

Bantuan sosial yang diterima Mimin kerap baru cair setiap tiga bulan sekali, sehingga ia harus mengatur penggunaannya agar cukup hingga periode bantuan berikutnya. Untuk menutupi kekurangan pangan, ia juga bergantung pada pemberian warga sekitar berupa hasil panen.

Kondisi tersebut diketahui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Cianjur saat berkunjung ke kediaman Mimin. Para mahasiswa selanjutnya menghubungi Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa agar Mimin dan putrinya mendapat penanganan.

Merespons laporan itu, Program Layanan Mustahik (Lamusta) LPM Dompet Dhuafa mengirimkan tim ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik darurat guna memenuhi kebutuhan pokok harian keduanya.

“Terima kasih banyak kepada donatur Dompet Dhuafa dan adik-adik mahasiswa KKN STAINU Cianjur yang sudah peduli dan membantu kami,” kata Mimin usai menerima bantuan.

Kasus Mimin dan Martini menunjukkan masih adanya kelompok rentan di wilayah pelosok yang belum sepenuhnya terjangkau jaring pengaman sosial reguler pemerintah. (Fakhri/ID Humanity Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Berjibaku hingga Dini Hari, Tim DMC Dompet Dhuafa Padamkan Titik Api di Ogan Ilir

Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Sukri menerangkan bahwa api muncul di ladang padi di Desa Ulak Sugeleng,…

18 hours ago

Rumah Aman Asap, Ikhtiar Menjaga Napas dan Harapan Warga di Tengah Karhutla

Palangka Raya, Kalimantan Tengah — Ketika kabut asap menyelimuti Palangka Raya, ancaman kebakaran hutan dan…

1 day ago

Jangan Takut dengan Spanduk, Ia Bisa Jadi Kreasi Berkelanjutan

Jakarta—“Gue punya dosa bikin sampah, lalu apa yang bisa gue lakuin?” aku MG Pringgotono pada…

2 days ago

Kolaborasi Darling Dompet Dhuafa dan NYK Line Indonesia Hadirkan 900 Paket Sarapan Bergizi

Jakarta–Di balik gedung-gedung yang menjulang tinggi, terdengar langkah tangguh para pejuang rupiah yang berpacu dengan…

2 days ago

Kami Belum Pulih

Setiap kali pemulihan dikatakan, ada sisi yang belum terungkap yang kerap kali menciptakan jarak: kondisi…

6 days ago

Peringati Bulan PRB 2026, DMC Dompet Dhuafa DMC Dompet Dhuafa Edukasi Santri tentang Kesiapsiagaan Bencana

Serang, Banten—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar sosialisasi dan edukasi Sekolah Siaga Bencana di…

7 days ago