amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Bekasi, Jawa Barat—Seorang relawan penyeberang jalan bernama Husin (80), yang akrab disapa Kong Nusin, meninggal dunia setelah tertabrak truk saat bertugas di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi, pada Kamis (3/9/2026) pagi. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Bekasi, namun tidak tertolong akibat pendarahan hebat.
Kong Nusin dikenal sebagai sukarelawan yang telah puluhan tahun mengabdi mengatur arus kendaraan di kawasan tersebut, yang kerap mengalami kemacetan parah.
Merespons peristiwa itu, Tim Pararespons Program Layanan Mustahik (Lamusta) dari Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa mendatangi rumah duka di Kampung Pondok Benda, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan, pada Jumat (4/9/2026).
Cucu almarhum, Nurisilawati, mengaku terguncang atas kepergian mendadak sang kakek. Menurutnya, Kong Nusin adalah sosok bersahaja yang taat beribadah dan penuh kasih sayang terhadap keluarga.
“Kakek rajin salat berjamaah di musala dan suka berbagi rezeki kepada cucu-cucunya,” kata Nurisilawati.
Ia juga meluruskan informasi yang menyebut kakeknya sekadar hendak menyeberang jalan saat kejadian. Menurutnya, sang kakek tengah membantu mengatur kendaraan yang ingin menyeberang lantaran kondisi jalan di lokasi tersebut kerap macet parah setiap hari.
“Kakek itu membantu mengatur kendaraan yang ingin menyeberang karena kondisi jalanan setiap hari macet parah. Pengabdian ini sudah puluhan tahun,” ujarnya.
Koordinator Lamusta LPM Dompet Dhuafa, Rifky Reynaldi, menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan keselamatan untuk kita semua.
“Peristiwa pilu ini menjadi pengingat berharga akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan bertransportasi, terutama saat berhadapan dengan kendaraan berukuran besar di titik-titik rawan kemacetan. Semoga kejadian ini tidak lagi terulang,” ujar Rifky. (Fakhri/ID Humanity Dompet Dhuafa)
Cianjur, Jawa Barat–Mimin, perempuan berusia 64 tahun, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa…
Depok–Masa pemulihan yang dijalani pasien di rumah sakit, tentu bukanlah masa yang mudah untuk dilalui…
Jakarta–Ketika sirine peringatan gempa berbunyi, anak-anak segera menutupi bagian atas kepala mereka dengan kedua tangan…
Jakarta, – Dalam upaya memperluas jejaring kemanusiaan lintas batas negara, IJMA Foundation for Humanitarian Action…
Nagakeo, NTT—Uluslararasi İnsani Kalkinma Derneği/ International Human Development Organization (4TDK) dan Disaster Management Center (DMC)…
Sikka, NTT—Dompet Dhuafa tembus Pulau Palue untuk menyalurkan bantuan 45 sembako untuk penyintas gempa bumi…