amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Long Xuyen, Vietnam— Masjid Salamad adalah bagian dari penegasan peran strategis dan kontribusi lembaga filantropis Indonesia ke berbagai negara. Hal itu disampaikan Juperta Panji Utama Deputi Direktur-1 Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa, di sela hiruk-pikuk detik-detik peresmian Masjid Salamad, Long Xuyen, Provinsi An Giang, Vietnam, Jumat (5/12/2025).
Kebutuhan masjid representatif di Long Xuyen, diakui Haji Chau Mach, “pemegang” amanah surau, sebelum masjid ini berdiri, sangatlah penting dan mendesak. Isu itu, ungkapnya, hampir senyap karena keterbatasan dana dalam dekade yang berderap.
Padahal, komunitas muslim setempat terus tumbuh. Kini, lanjut Mach, jemaah intinya saja mencapai 300 insan. Tak ayal, mereka harus beribadah berdesakan di cikal-bakal Masjid Salamad yang didirikan sejak 1950-an.
Kondisi itu ditangkap sebagai peluang diplomasi budaya dan dakwah oleh Pemerintah Indonesia yang melihatnya sebagai bagian integral dari penguatan soft power di Asia Tenggara.
Bulan Mei 2022, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2019-2024, Muhadjir Effendy, mengunjungi Long Xuyen. Menko PMK secara langsung mengadvokasi kebutuhan masjid ini kepada otoritas Vietnam dan memastikan proyek ini dipandang sebagai agenda kenegaraan yang melibatkan komunikasi tingkat tinggi.
Izin pembangunan tempat peribadatan yang disponsori pihak luar Vietnam, ungkap Made Santi dari KBRI Hanoi, prosesnya sangat sensitif dan kompleks. KBRI Hanoi dan KJRI Ho Chi Minh City memainkan peran kunci dalam negosiasi hingga memastikan skema pendanaan dari Indonesia tidak melanggar regulasi Vietnam.
Keberhasilan mendapatkan izin resmi pembangunan dari Komite Rakyat Provinsi An Giang, diikuti dengan peletakan batu pertama oleh Menko PMK pada 27 Juni 2024, menegaskan adanya persetujuan politik di tingkat pusat dan daerah Vietnam.
Proyek, yang disebut “Masjid Salamad Indonesia” ini, diwujudkan melalui orkestrasi Humanitarian Forum Indonesia (HFI) bersama anggotanya: Dompet Dhuafa, Human Initiative, Rumah Zakat, Baznas RI, DT Peduli dan Lazismu.
Menurut Surya Rahman, Direktur Eksekutif HFI 2022-2025, total dana yang disalurkan pada proyek ini mencapai 5.672.050.000 VND, mencerminkan trust publik Indonesia terhadap diplomasi filantropi ke luar negeri.
Masjid Salamad, papar Surya, diproyeksikan dengan konsep multifungsi. Selain menjadi pusat salat dan pelaksanaan Hari Besar Islam, masjid ini didesain sebagai pusat pendidikan, pusat pelatihan ekonomi, kemandirian hingga halal hub bagi komunitas.
Meskipun fondasi politik sudah kuat, proses konstruksi selama 18 bulan, bukti proyek ini tidak luput dari tantangan, mulai dari stigma Islam intoleran hingga belum padunya kalangan tokoh muslim lokal dalam mengembangkan dakwah ke depan.
Apalagi saat musim topan Mekong tiba dan kontraktor kesulitan mendapatkan material konstruksi dengan standar kualitas Indonesia dan spesifikasi desain Islam.
Nguyen Chau, kontraktor lokal Masjid Salamad, berpendapat bahwa di luar hal tersebut, kenaikan harga material di lokal menjadi tantangan tersendiri pembangunan.
Namun, tantangan tersebut tidak membuat langkah surut. Bahkan, dalam sambutannya Jane Runkat, Charge D’affaires/Head of Mission, Embassy of the Republic of Indonesia di Hanoi, mengatakan bahwa hal itu membuktikan adanya upaya harmoni hubungan Indonesia-Vietnam yang berkelanjutan. “Kami turut bahagia berada pada kesempatan terbaik hari ini.”
Peresmian pada Jumat, 5 /12, dihadiri tokoh diplomatik Indonesia hingga pejabat tingkat tinggi dari Komite Rakyat Provinsi An Giang.
Kehadiran delegasi resmi Vietnam mendapat sambutan hangat dari Kemenko PMK RI yang dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Warsito. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pemerintah Vietnam, yang mendukung dan bersinergi dalam pembangunan masjid ini.
Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi An Giang Le Van Phuoc berharap untuk terus memperkuat hubungan dan kerja sama langsung antara An Giang dan Indonesia untuk mempromosikan kekuatan bersama dan lebih jauh mengokohkan kemitraan yang baik antara kedua negara.
Ia pun menyambut baik proyek ini dan menggarisbawahi komitmen Vietnam untuk mendukung kebebasan beragama.
Secara simbolis, Jane Runkat menekankan, peresmian ini menjadi penanda 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam, memberikan dimensi baru pada persaudaraan strategis kedua negara.
Setelah peresmian, pungkas Juperta, Dompet Dhuafa tetap berkomitmen pada fase lanjutan bagi jemaah. “Targetnya adalah menjadikan Masjid Salamad sebagai pusat peradaban muslim yang mandiri, bukan sekadar simbol bantuan luar negeri. Keberlangsungan masjid ini akan menjadi barometer kesuksesan jangka panjang model diplomasi kubah yang diusung lembaga filantropi dan Pemerintah Indonesia.” (ID Humanity Dompet Dhuafa)
Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa melapor langsung kepada Gubernur Provinsi Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) terkait kinerja…
Pidie Jaya, Aceh—Dompet Dhuafa lakukan percepatan pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) di Aceh untuk para penyintas…
Pidie Jaya, Aceh—Dompet Dhuafa renovasi fasilitas Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Meunasah Mancang, Kecamatan…
Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa gelar rapat koordinasi tim pemulihan bencana Aceh di Banda Aceh pada…
Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa silaturrahim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh pada…
Pidie Jaya, Aceh -- "Setiap tahun selalu banjir, tetapi ini yang tertinggi. Semua barang-barang kami…