
Nagekeo, NTT–Dompet Dhuafa lakukan prosesi Peletakan Batu Pertama Rumah Sementara (Rumtara) dan Renovasi Sekolah bagi penyintas gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (23/09). Acara ini menandai dimulainya tahap pemulihan setelah lima pekan pasca gempa bumi berkekuatan 7.7 magnitudo mengguncang NTT.
Pembangunan Rumtara akan dilakukan di Desa Tonggurambang, Dusun Perebhunga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. Tahap awal realisasi Rumtara akan dibangun sebanyak 25 unit dari target 100 unit bagi masyarakat terdampak gempa bumi NTT.

“Sejak awal terjadinya gempa bumi di NTT, Dompet Dhuafa sudah bergerak membantu mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat terdampak. Kami berikhtiar membantu sebaik dan sekuat mungkin termasuk hari ini kita membantu menguatkan masyarakat terdampak melalui program Rumah Sementara ini sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Herdiansah.
Herdiansah juga mengatakan, pembangunan Rumtara akan dibangun secara cepat dengan menggunakan material yang sangat baik. Sehingga kehadiran Rumtara dapat menjadi ruang berteduh yang lebih aman dan nyaman bagi penerima manfaat agar dapat kembali menata kehidupan sehari-harinya dengan lebih harmonis bersama keluarga.
Sementara itu, renovasi sekolah akan dilakukan di SD Inpres Waturedu, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. SD tersebut mengalami sejumlah kerusakan di beberapa ruang kelasnya akibat gempa bumi. Kondisi ini memaksa para siswa dan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas, dengan memasang tenda darurat.
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, yang turut hadir dalam acara ini menyatakan apresiasinya atas inisiasi pembangunan Rumtara oleh Dompet Dhuafa. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Nagekeo ini semakin memperkuat sinergi dalam mendukung realisasi Rumtara bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo.

“Tidak ada kata lain yang bisa kami sampaikan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, selain ucapan terima kasih kepada Dompet Dhuafa. Kami tidak bisa balas, tetapi hanya bisa mendoakan Dompet Dhuafa yang sudah datang jauh-jauh untuk menolong kita karena pemerintah juga masih dalam keterbatasan untuk membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.

Acara ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh calon penerima manfaat program Rumtara serta para siswa dan guru dari SD Inpres Waturedu. Raut wajah mereka berbinar, menyiratkan pesan bahagia dan optimis serta semangat untuk bangkit saat menyaksikan prosesi peletakan batu pertama Rumtara ini.
Mari bersama-sama turut menjadi bagian dalam membantu menghadirkan kembali kehangatan dan senyuman bagi keluarga penyintas pasca gempa. Dukungan dan upaya kita bersama menjadi hal yang begitu mereka butuhkan saat ini.
(Shinta FN/ID Humanity Dompet Dhuafa)
