Dompet Dhuafa Lepas Dai Ambasador 2026 untuk Misi Dakwah Mancanegara

Bogor—Sebanyak 20 dai mengikuti acara pelepasan Dai Ambasador Dompet Dhuafa 2026, di Zona Madina Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (12/2/2026). Setelah melalui masa pembekalan, mereka siap berdakwah di negara penugasannya masing-masing selama bulan suci Ramadan 1447 H.

“Mereka akan segera berangkat ke 12 negara, dan berdakwah selama bulan Ramadan tahun ini. Insya Allah dalam waktu dekat ada beberapa yang mulai berangkat ke negara tujuannya,” ujar Ahmad Pranggono, Manajer Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).

Ahmad Pranggono mengatakan, pembekalan yang diberikan kepada para dai sebelum pelepasan diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas dakwah di negara penugasan.

“Insya Allah dengan pembekalan selama dua pekan, para dai bisa lebih cepat adaptasi dengan jamaah di negara penugasannya. Sehingga lewat mereka Dompet Dhuafa bisa menebar banyak kebaikan untuk para penerima manfaat selama bulan suci Ramadan,” ucapnya.

Dai Ambasador penugasan di Amerika Serikat, Mohammad Kholilullah menuturkan kesempatan menjadi Dai Ambsador Dompet Dhuafa 2026 memberikan ruang untuk dirinya menambah pengalaman dan wawasan luas tentang dakwah.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa menambah wawasan, pembelajaran dan pengalaman. Mudah-mudahan ini bisa menjadikan diri saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa mendatang,” ucap Kholilullah.

Ia juga mengharapkan bisa menyampaikan dakwah yang bisa diterima oleh jamaah di Amerika Serikat.

“Sebagai Dai Ambasador Dompet Dhuafa di Amerika Serikat, saya berharap bisa menyebarkan dakwah Islamiyah, wathaniyah, dan dakwah Ziswaf yang baik dengan pendekatan yang bisa diterima oleh masyarakat di sana,” ujarnya.

Pelepasan ini menjadi langkah awal bagi para Dai Ambasador Dompet Dhuafa 2026 untuk membawa misi dakwah ke berbagai penjuru dunia selama Ramadan. Kehadiran mereka di negara penugasannya diharapkan mampu menyebarkan Islam yang welas asih, dan bisa memberikan dampak nyata untuk setiap orang. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)