amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Di tengah hiruk-pikuk dunia kemanusiaan yang seringkali penuh dengan angka, laporan, dan target distribusi, ada satu nama yang selalu diingat bukan karena seberapa besar bantuannya, melainkan karena seberapa tulus caranya memberi. Zaki, bagi ribuan penerima manfaat dan rekan-rekannya di Gerak Bareng, ia bukan sekadar “relawan”. Ia adalah definisi hidup dari kata “berbagi” itu sendiri.
Kabar wafatnya Zaki pada Jumat, 21 Agustus 2026, meninggalkan keheningan yang berbeda. Bukan keheningan kehilangan, melainkan keheningan penuh hormat atas sebuah perjalanan hidup yang telah selesai ditunaikan dengan sempurna.
Shofa Qudus, Kepala Disaster Management Center Dompet Dhuafa mengatakan bahwa Dompet Dhuafa turut mengambil peran dalam proses pemulangan jenazah Zaki, Founder Yayasan Gerak Bareng, yang berpulang saat berkhidmat dalam misi kemanusiaan di NTT.
“Setelah dilepas oleh pak Ahmad Juwaini (Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa) di Ronting via hely BASARNAS, kemudian ada team DMC DD di Labuan Bajo yang ikut juga ke RSUD Komodo dan sampai ke pesawat cargo untuk selanjutnya diterbangkan ke jakarta, dan di jakarta kita sudah siapkan team barzah DD yang akan menyambut almarhum.” Katanya
Shofa juga mengambarkan bahwa Zaki adalah sosok dan pribadi yang baik.
“ Selama berinteraksi dengan Zaki, saya mengenal dia sebagai orang yang humble, pekerja keras, dan gigih kemauannya, dan yang pasti baik dan helpfull bangett, kita iri dengan cara almarhum berpulang, semua orang sayang tapi Allah lebih sayang.” Tuturnya
Zaki memilih jalan hidup yang tidak mudah. Menjadi relawan kemanusiaan berarti siap menghadapi ketidakpastian, kelelahan fisik, dan beban emosional. Namun, ia menjalani semuanya dengan wajah yang tenang dan hati yang lapang. Wafatnya ia mungkin terasa mendadak bagi banyak pihak, namun bagi mereka yang mengenal perjalanannya, ini adalah penutup yang pantas bagi seorang hamba yang telah menghabiskan hidupnya untuk orang lain.
Selamat jalan, Zaki. Terima kasih telah mengajarkan kami arti sesungguhnya dari menjadi manusia. Jejak kebaikanmu akan terus hidup dalam setiap aksi kemanusiaan yang kami lakukan. (Suriadi/ID Humanity Dompet Dhuafa)
Jakarta–Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, pemulasaraan jenazah masih dianggap menyeramkan. Anggapan ini pun masih terus…
Mustarim Usman: Saya Sedang di Laut Saat Terjadi Gempa Bumi Manggarai Timur, NTT—“Saat kejadian gempa,…
Padang Pariaman, Sumbar—Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar…
NTT– “Saat ini tim DMC sudah menjangkau Maumere (Kabupaten Sikka), Ende, Nagekeo dan Manggarai Timur.…
Kota Padang—Di Pantai Ujung Batu, Kota Padang, 40 relawan gabungan dari Forum Zakat (FOZ) Sumatera…
Bogor--Tiga hari jelang peringatan Kemerdekaan Indonesia, aksi kepahlawanan muncul di Jalan Layungsari IV, Kelurahan Empang,…