amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

Dari Teori ke Praktik: Siswa MTsN 24 Jakarta Timur Dilatih Langsung Teknik Pemulasaraan Jenazah oleh LPM Dompet Dhuafa

Jakarta–Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, pemulasaraan jenazah masih dianggap menyeramkan. Anggapan ini pun masih terus berkembang hingga ke generasi muda zaman sekarang.

Sebagaimana yang diungkapkan siswa-siswi MTsN 24 Jakarta Timur saat mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah. Mereka mengungkapkan hal yang sama secara serentak, yakni: “takut dan menyeramkan”, saat pemateri memulai pelatihan dengan melontarkan pertanyaan tentang kesan mereka ketika mendengar istilah pemulasaraan jenazah.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) pada Kamis (20/08/26) di Mushola MTsN 24 Jakarta Timur. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa-siswi kelas sembilan yang akan melaksanakan praktik pemulasaraan jenazah di ujian akhir sekolah mereka.

PIC Pelatihan, Ustadz Sigit Anggara menyatakan, dalam pelatihan ini peserta juga diajak untuk mengubah mindset tentang anggapan menyeramkan dalam pemulasaraan jenazah sejak dini.

“Masih jarang orang yang bisa melakukan pemulasaraan jenazah karena mindset di masyarakat sekarang, pemulasaraan jenazah itu masih menyeramkan. Tidak terkecuali juga bagi peserta yang masih anak sekolah. Sehingga pelatihan ini tidak hanya mengajak mereka mempraktikkan pemulasaraan jenazah, tetapi juga untuk mengubah mindset seram itu, ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa syariat dan tradisi dalam pemulasaraan jenazah penting untuk dipahami. Sebab, seringkali perbedaan tradisi tersebut membuat seseorang takut untuk menjadi amil pemulasaraan jenazah.

“Peserta ini mungkin di lingkungan rumahnya juga pernah melihat bagaimana amil yang melakukan pemulasaraan jenazahnya berbeda dengan yang kami praktikkan karena ada perbedaan tradisi. Ini pun bisa membingungkan mereka. Jadi kami di sini memberikan pemahaman agar peserta tahu yang mana syariat, yang mana tradisi,” jelas Ustadz Sigit.

Pelatihan berlangsung dengan pemaparan materi dan simulasi pemulasaraan jenazah. Saat simulasi, empat orang peserta dilibatkan untuk mempraktikkan secara langsung cara memandikan hingga mengafani jenazah.

Kepala Sekolah MTsN 24 Jakarta, Guntoro, menyatakan sangat berterima kasih atas pelatihan yang diberikan Tim LPM Dompet Dhuafa untuk para siswa-siswi di sekolahnya.

“Pemulasaraan jenazah ini memang termasuk salah satu materi di kelas sembilan. Dan dengan adanya pelatihan ini sangat memudahkan anak didik kami untuk bisa memahami pembelajaran secara langsung dari ahlinya sehingga kami sangat berterima kasih atas dukungan LPM Dompet Dhuafa dalam memberikan materi di pelatihan ini,” ungkapnya.

Ia juga berharap usai pelatihan ini, para siswa-siswinya dapat lebih termotivasi untuk bisa mengimplementasikannya dengan menjadi amil pemulasaraan jenazah di keluarga maupun di masyarakat di lingkungan mereka.

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini para siswa-siswi kami bisa menerapkan ilmunya di keluarga maupun masyarakat. Karena menurut saya siswa-siswi madrasah ini harus siap melaksanakan atau menyalurkan ilmunya apalagi terkait pemulasaraan jenazah,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Rizqina Alifatur Rasyida, menyatakan pemaparan materi dan simulasi membantu ia lebih memahami tahapan pemulasaraan jenazah.

“Pelatihan ini membuat aku jadi lebih paham urutan dalam pemulasaraan jenazah yang digambarkan dengan jelas dari memandikan sampai mengafani jenazah. Terus aku juga jadi paham kalau ini hukumnya fardhu kifayah dan penggunaan kain kafan itu ternyata kalau untuk jenazah laki-laki tiga lapis, kalau perempuan lima lapis agar auratnya tertutup,” ujarnya.

Pelatihan ini menjadi salah satu komitmen LPM Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemulasaraan jenazah, mengingat masih sedikitnya jumlah amil pemulasaraan jenazah. Melayani Lebih Baik, Untuk Menumbuhkan Kebaikan. (Shinta FN/ID Humanity Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Ahmad Zaki, Relawan Gerak Bareng yang Memilih Memberi Hingga Napas Terakhir

Di tengah hiruk-pikuk dunia kemanusiaan yang seringkali penuh dengan angka, laporan, dan target distribusi, ada…

14 hours ago

Mustarim Usman: Saat Terjadi Gempa Bumi, Saya di Laut dan Keluarga di Darat

Mustarim Usman: Saya Sedang di Laut Saat Terjadi Gempa Bumi Manggarai Timur, NTT—“Saat kejadian gempa,…

4 days ago

Cordofa dan DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana Batch 4 di Padang Pariaman

Padang Pariaman, Sumbar—Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar…

4 days ago

Tembus Lokasi Terisolir, DMC Dompet Dhuafa Sasar Empat Titik Lokasi Terdampak Gempa NTT

NTT– “Saat ini tim DMC sudah menjangkau Maumere (Kabupaten Sikka), Ende, Nagekeo dan Manggarai Timur.…

5 days ago

DMC Dompet Dhuafa Ajak Relawan Sumbar Sadar Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Kebencanaan

Kota Padang—Di Pantai Ujung Batu, Kota Padang, 40 relawan gabungan dari Forum Zakat (FOZ) Sumatera…

5 days ago

Novianti Gugur Jelang Kemerdekaan Ibu Pertiwi, LPM Dompet Dhuafa Bantu Keluarga Almarhumah

Bogor--Tiga hari jelang peringatan Kemerdekaan Indonesia, aksi kepahlawanan muncul di Jalan Layungsari IV, Kelurahan Empang,…

5 days ago