amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

Lampu Solar Panel Jadi Pencahayaan Alternatif di Kala Darurat

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara—Disaster Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa Waspada membagikan sejumlah lampu solar panel ke titik pengungsian Desa Hutanabolon dan Desa Sipange, Kecamatan Tukka pada Senin (08/12/2025).

Kehadiran lampu solar ini menjadi penyelamat bagi banyak keluarga, memberikan penerangan di malam hari saat listrik padam total dan membantu aktivitas relawan yang bekerja hingga larut.

“Butuh kami lampu… karena itulah yang menerangi kami, itulah harapan kamilah, lampunya itu,” tutur salah satu penerima manfaat lampu solar Ibu Nasrina Jebua.

“Biar terang, siapa tahu jika ada longsor (atau banjir) kami bisa lari,” lanjutnya.

Dalam beberapa kasus, lampu solar juga dimanfaatkan untuk penerangan tenda dan fasilitas umum yang sebelumnya gelap gulita.

Kondisi pemulihan berjalan tidak merata. Di beberapa titik, warga mulai membersihkan rumah dan lingkungan mereka, namun krisis energi dan informasi masih menghimpit.

“Ini bisa jadi alternatif untuk menerangi di kala gelap gulita,” ujar PIC Lapangan DMC Dompet Dhuafa Taqi Falsafati.

Listrik dan jaringan internet belum stabil, membuat ratusan keluarga di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan penerangan, akses informasi, maupun komunikasi dengan keluarga mereka di luar daerah.

Sementara itu, beberapa titik melaporkan kebutuhan mendesak yang masih belum terpenuhi, seperti makanan siap saji, air bersih, hygiene kit, school kit, sembako, serta genset dan drigen air guna memperkuat layanan darurat.

Dengan kondisi akses yang belum pulih serta ancaman longsor susulan, kebutuhan penerangan alternatif seperti lampu solar panel akan terus menjadi prioritas, menjadi simbol harapan sekaligus kebutuhan vital bagi ratusan penyintas yang masih bertahan dalam gelapnya situasi pascabencana.

ID HUMANITY

Recent Posts

Peringati Hari Keadilan Ekologis 2026, DMC Manifestasikan Bersama Penghijauan Alam Awang Bangkal Timur, Kalsel

Foto: Juli Haryadi/DMC Dompet Dhuafa Kalimantan Selatan–Sepanjang tahun 2026, berbagai bencana alam yang terjadi di…

2 days ago

Buka Dapur Umum, Dompet Dhuafa dan AASI Sediakan Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Gempa NTT

Manggarai, NTT–Ketika Mama Elizabeth berbincang-bincang malam itu, tiba-tiba tanah bergetar. Setidaknya ada dua kali getaran…

2 days ago

Tiba Teing Dompet Dhuafa!

Manggarai, NTT—Momang dalam bahasa Manggarai memiliki makna yang luas, seperti senang, suka, cinta, kasih, hingga…

3 days ago

Ikhtiar Pemulihan dari Karhutla, Dompet Dhuafa Ajak Warga Shalat Istisqa

Kotim, Kalteng—Dompet Dhuafa ajak warga mengadakan shalat istisqa di lapangan Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin, Kelurahan…

3 days ago

Sekolah Aman Asap untuk Kalimantan Tengah

Kotim, Kalteng — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa hadirkan Sekolah Aman Asap atau yang…

3 days ago

100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa NTT, Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa

Nagekeo, NTT— AMAG (PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk) dan Dompet Dhuafa distribusi 100 paket…

5 days ago