amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Kota Bogor—Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa terus mendorong terciptanya ruang publik yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gebyar Inklusi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar di Taman Heulang, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (25/8/2026).
Sekitar 200 penyandang disabilitas di Kota Bogor turut memeriahkan kegiatan yang diselenggarakan LPM Dompet Dhuafa bersama Dinas Sosial Kota Bogor dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor.
Gebyar Inklusi Kemerdekaan RI menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk ikut merayakan momentum kemerdekaan. Sejumlah kegiatan digelar dengan melibatkan mereka secara langsung, mulai dari upacara bendera, pentas seni, hingga berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membuka ruang publik yang lebih inklusif, sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan Juperta Panji Utama, Deputi Direktur I Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa. Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ruang publik merupakan bagian dari upaya menunjukkan bahwa mereka memiliki peran yang setara sebagai warga negara.
“Bangsa ini tidak akan lupa kepada saudara-saudara kita yang memiliki keistimewaan ini. Namun, agar tidak dilupakan oleh negara, maka kita harus selalu unjuk rasa. Bukan demo ke istana, bukan demo ke kantor wali kota, bukan ke kantor gubernur. Tapi unjuk rasa ke masyarakat bahwa kita sanggup menjadi warga negara yang baik,” ucapnya.
Juperta juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang setiap hari mendampingi dan merawat anak-anak mereka yang merupakan penyandang disabilitas. Menurutnya, perjuangan para orang tua tersebut merupakan bentuk pengabdian yang layak diapresiasi dan dirayakan.
“Bapak-bapak dan Ibu-ibu di sini adalah pejuang yang hebat karena Bapak Ibu memiliki keluarga yang Allah titipkan dengan keistimewaan, dan perlu dijaga dan dirawat dengan sungguh-sungguh. Itu butuh mental pejuang dan perlu dirayakan setiap hari,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Kota Bogor, M. Taufik Nurrochim, menilai Gebyar Inklusi Kemerdekaan RI di Taman Heulang membawa pesan penting bagi masyarakat luas bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dengan berkumpulnya kami di sini, di Taman Heulang, bisa jadi pesan kuat kepada pemerintah dan masyarakat bahwa kami juga punya hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati ruang publik. Maka, pembangunan fasilitas umum harus bersifat inklusif agar kami juga bisa mengaksesnya dengan mudah,” ujar M. Taufik.
Menurut M. Taufik, penyelenggaraan Gebyar Inklusi Kemerdekaan RI juga menjadi ruang untuk menguatkan penyandang disabilitas dalam menghadapi stigma masyarakat yang selama ini dapat membatasi kebebasan mereka untuk berekspresi.
“Teman-teman disabilitas mungkin tidak bisa ikut perayaan kemerdekaan di rumahnya, mungkin karena merasa terkucilkan. Hari ini kami mencoba untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa kami ada dan juga punya hak untuk merayakan kemerdekaan negara ini,” kata M. Taufik.
“Di sisi lain, hari ini kami juga ingin menyampaikan kepada teman-teman disabilitas bahwa mereka tidak perlu berkecil hati karena mereka mungkin tidak berada di lingkungan yang tepat. Akhirnya, kami semua saling menguatkan,” tambahnya.
Dalam Gebyar Inklusi Kemerdekaan RI tersebut, LPM Dompet Dhuafa juga menyediakan layanan konseling bagi orang tua dan pendamping penyandang disabilitas. Layanan konseling ini bekerja sama dengan komunitas Merangkul dari Kota Bogor. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)
Nagekeo, NTT--"Pusing. Goyang. Lutut sakit," ucap Oma Hamsiah Pedhe salah seorang penyintas asal Desa Tonggu…
Nagakeo, NTT -- "Kadang suka gatal selama di pengungsian," ujar Mamah Emilia salah seorang penyintas…
Sikka, NTT—Dompet Dhuafa memulihkan semangat anak-anak pasca gempa yang guncang NTT dengan TPQ Ceria. Puluhan…
Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar Temu Refleksi: Indonesia Darurat Bencana di Outlier Cafe Ciputat,…
Jakarta-Belum hilang rasa lelah Komarudin usai membanting tulang mencari nafkah, terbit kepanikan luar biasa yang…
Tangerang Selatan-Insiden perusakan sepeda motor milik pengemudi ojek online (ojol) oleh pengemudi mobil mewah jenis…