amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ span.acssf62a8{font-weight:400;}div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Categories: BeritaKemanusiaan

Mengapa Kebun Sawit Tidak Sama dengan Hutan?

Kita mungkin tidak bisa banyak berdebat tentang ini: Sawit merupakan salah satu komoditas paling penuh persaingan di negara-negara berkembang. Minyak sawit telah digunakan oleh seantero dunia untuk berbagai produk seperti makanan, non-makanan, dan bahan bakar nabati.  

Permintaan akan komoditas pertanian ini amat tinggi, dan Indonesia menjadi salah satu negara penopang terbesar permintaan minyak sawit di seluruh dunia. 

Demam komoditas sawit di dunia menjadi faktor pengembangan proyek sawit di Indonesia dari tahun ke tahun. Indonesia mengembangkan proyek perkebunan sawit besar-besaran hingga menjadi produsen/pengekspor utama komoditas ini.  

Implikasi dari hal ini adalah pembukaan lahan untuk ditanami bibit tanaman sawit—yang pada sejarahnya berasal dari Afrika Barat ini.  

Dalam kurun waktu 2011 hingga 2023, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia meningkat dari 7,8 juta hektar menjadi 16,8 juta hektar, yang berarti pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dalam periode tersebut (Katadata.co.id). 

Namun dari serangkaian angka gigantik produksi sawit dan keuntungan yang didapat, kita mesti sekali memperdebatkan bila ada satu gagasan yang menyamakan perkebunan sawit dengan hutan. Karena persepsi tersebut jelas-jelas keliru.  

Di balik bayang-bayang produksi komoditas ekspor yang menguntungkan ini, ekosistem hutan tropis yang heterogen telah dikonversi secara cepat menjadi bentangan luas tanaman tunggal (monokultur).  

Transformasi tersebut telah mengakibatkan rusaknya keanekaragaman hayati yang terkandung dalam hutan, yang pada alamiahnya merupakan tempat hidup dari segala jenis tetumbuhan, dan berbagai macam spesies. Mereka semua banyak menggantungkan hidupnya pada keberadaan hutan tropis yang ada.  

Selama dua dekade terakhir, industri sawit telah melahap 9,79 hektare hutan tropis di Indonesia (atau 11 persen dari luas hutan pada tahun 2000). 

Menurut Kazuki Iwasa dalam buku Pancaroba Tropika: Perubahan Lingkungan Hidup di Asia Tenggara (2021), perluasan pengembangan perkebunan sawit yang berlebihan membuat Indonesia menghadapi masalah-masalah seperti lenyapnya keanekaragaman hayati secara besar-besaran, pembabatan hutan, pembakaran hutan, dan sengketa lahan. 

Selain itu, meskipun sama-sama tumbuhan yang memiliki daun, batang, dan akar, serta kemampuan menyerap karbondioksida di udara, perkebunan sawit tidak bisa disejajarkan dengan peran besar hutan di Bumi. 

Melansir artikel di Kompas.id yang berjudul Sesat Pikir Deforestasi demi Sawit menjelaskan bahwa sekalipun sawit menyerap karbon, namun jejak total emisinya lebih besar.  

Perubahan penggunaan lahan merupakan sumber utama emisi sawit yang monokultur. Misalnya, emisi sawit yang ditanam di lahan gambut enam kali lebih besar daripada rata-rata.

ID HUMANITY

Recent Posts

Peringati Hari Keadilan Ekologis 2026, DMC Manifestasikan Bersama Penghijauan Alam Awang Bangkal Timur, Kalsel

Foto: Juli Haryadi/DMC Dompet Dhuafa Kalimantan Selatan–Sepanjang tahun 2026, berbagai bencana alam yang terjadi di…

1 day ago

Buka Dapur Umum, Dompet Dhuafa dan AASI Sediakan Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Gempa NTT

Manggarai, NTT–Ketika Mama Elizabeth berbincang-bincang malam itu, tiba-tiba tanah bergetar. Setidaknya ada dua kali getaran…

2 days ago

Tiba Teing Dompet Dhuafa!

Manggarai, NTT—Momang dalam bahasa Manggarai memiliki makna yang luas, seperti senang, suka, cinta, kasih, hingga…

3 days ago

Ikhtiar Pemulihan dari Karhutla, Dompet Dhuafa Ajak Warga Shalat Istisqa

Kotim, Kalteng—Dompet Dhuafa ajak warga mengadakan shalat istisqa di lapangan Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin, Kelurahan…

3 days ago

Sekolah Aman Asap untuk Kalimantan Tengah

Kotim, Kalteng — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa hadirkan Sekolah Aman Asap atau yang…

3 days ago

100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa NTT, Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa

Nagekeo, NTT— AMAG (PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk) dan Dompet Dhuafa distribusi 100 paket…

5 days ago