amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Padarincang—“Alam itu tempat kehidupan kita, anugerah dari Allah yang wajib kita jaga keutuhannya. Alam enggak butuh manusia, alam bisa hidup tanpa manusia. Tetapi manusia tidak akan bisa hidup tanpa alam. Kita semua butuh alam di hidup kita,” ucap Eha Suhaeni (Umi Eha), inisiator pejuang perempuan Padarincang, Banten dan pemimpin pondok pesantren.
Ungkapan itu diucapkan Umi Eha saat membagikan kisah perjuangannya dalam menjaga alam lingkungan di Padarincang kepada peserta Belajar Lapang Keadilan Iklim. Kegiatan itu berlangsung di kediamannya di Pondok Pesantren Furu Ar-Raudhatul Baqiyat, Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.
Bersilaturahmi dengan Umi Eha merupakan rangkaian kegiatan Belajar Lapang Keadilan Iklim yang kedua usai pembekalan materi di hari sebelumnya. Kegiatan ini bagian dari program Lingkungan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
Dengan bertajuk “Interaksi di Tapak, Bergerak untuk Keadilan”, kegiatan ini berlangsung selama empat hari, yakni pada Kamis (13/11) – Minggu(16/11). Para peserta belajar lapang diajak untuk mempelajari dan mengamati secara langsung berbagai dampak nyata yang diperjuangkan masyarakat lokal di lingkungan sekitar wilayah terdampak.
Dalam kesempatan itu, sebanyak 20 peserta mempelajari secara langsung bersama Umi Eha yang memimpin gerakan perempuan Padarincang.
Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Rawa Danau ini merupakan proyek yang dikembangkan di Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten oleh salah satu perusahaan raksasa.
Proyek tersebut mendapat perhatian masyarakat Padarincang lantaran dinilai mampu merusak alam dan lingkungan di wilayah Padarincang. Sebagaimana dituturkan Umi Eha bahwa sejak proyek tersebut bergulir pada 2013, masyarakat mengaku merasakan dampak buruknya.
“Sebelum datang proyek tersebut, di sini tujuh bulan atau hampir satu tahun enggak hujan itu airnya tetap bagus. Kebutuhan air di sawah selalu terpenuhi. Tapi sekarang, tiga bulan aja enggak hujan, itu sawah kering,” ujar Umi. (Shinta FN/ ID Humanity Dompet Dhuafa)
Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa melapor langsung kepada Gubernur Provinsi Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) terkait kinerja…
Pidie Jaya, Aceh—Dompet Dhuafa lakukan percepatan pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) di Aceh untuk para penyintas…
Pidie Jaya, Aceh—Dompet Dhuafa renovasi fasilitas Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Meunasah Mancang, Kecamatan…
Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa gelar rapat koordinasi tim pemulihan bencana Aceh di Banda Aceh pada…
Banda Aceh, Aceh--Dompet Dhuafa silaturrahim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh pada…
Pidie Jaya, Aceh -- "Setiap tahun selalu banjir, tetapi ini yang tertinggi. Semua barang-barang kami…