amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ span.acssf62a8{font-weight:400;}div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Categories: BeritaDakwah

Pesantren Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa (PEMULIA DD) laksanakan Assessment Program di wilayah Kaimana, Papua Barat

Kaimana – Pesantren Mualaf Indnonesia Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Pondok Pesantren AFKN dan jaringan alumni AFKN Wilayah Kaimana, menggelar Assessment program pembinaan keislaman kepada para mualaf di wilayah kaimana Provinsi Papua Barat.

Ustadz Muhammad Labib, S.S.I, C.DAI yang mewakili Pesantren Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, Assessment lokasi pembinaan keislaman kepada para mualaf ini merupakan bagian tahapan sebelum pelaksanaan program. “Nantinya melalui hasil Assessment ini akan menjadi pertimbangan besar berdirinya program pembinaan keislaman untuk para mualaf di wilayah Kabupaten Kaimana” ujarnya. 

Dirinya juga menyampaikan bahwa program pembinaan keislaman kepada para mualaf ini bermaksud untuk menguatkan pengetahuan tentang Keimanan dan Keislaman mualaf, sehingga para mualaf yang menyatakan diri masuk islam karena pernikahan atau hal lainnya bisa mempertahankan keislamannya, bukan hanya sebatas sebuah syarat pernikahan. 

Kegiatan yang berlangsung selama 4 (hari) tersebut disambut baik oleh Ustadz Muhammad Karet beserta jajaran pemerintah dinas sosial dan lainnya “Kaimana ini wilayah yang amat tinggi toleransi dibandingkan dengan wilayah papua lainnya, 50% beragama Islam dan sebagian lagi non, disini toleransi sangat tinggi, tapi dengan kondisi wilayah yang seperti ini beberapa kelompok malah justru memanfaatkan dengan menjadikan agama hanya sebatas status karena persyaratan menikah, yang pada akhirnya banyak sekali mualaf yang tidak terbina” ujarnya

Kaimana yang terkenal dengan kota senja ini berhasil memikat hati Ibu Fatimah Maturbongs kelahiran tanah Maluku Utara yang sekarang menetap di kaimana, beliau sering hadir sebagai penyambung suara para mualaf di kaimana “Lokasi yang berjauhan dan tidak adanya transportasi umum menjadi penyebab utama mualaf disini tidak mendapatkan pembinaan secara intensif, untuk kaimana yang yang wilayahnya lebih banyak harus ditempuh dengan perjalanan laut ini menjadi berkali-kali lipat biayanya ketika tidak ada transportasi umum” ujarnya

Perjalanan menuju salah satu kampung warwasih contohnya menjadi tantangan yang harus dihadapi, cuaca yang tidak menentu dan tidak adanya transportasi laut umum membuat setidaknya 4 juta rupiah harus dimiliki agar bisa membeli minyak untuk satu kapal yang di fasilitas pemerintah setiap kampung nya.

“Baru-baru ini saja kami mendapati warga yang mau masuk Islam, tapi saya bilang, dorang kasih tau dulu keseriusan mau masuk Islam baru akan dibimbing syahadat, karena agama Islam ini berdiri dengan 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam, itu harus dilaksanakan semua nya, bukan hanya syahadat yang merupakan bagian dari rukun Islam” Ujar Ustadz Muhammad Zein selaku Ketua MUI Kabupaten Kaimana dalam agenda diskusi bersama para tokoh masyarakat dan pemerintahan. 

Ketua alumni Pondok AFKN akrab dipanggil paman MW menyampaikan bahwa dengan situasi dan kondisi yang sudah ustadz tau, kami bersama semua alumni AFKN makanya sangat siap sekali jika akan ada program kolaborasi terkait penguatan pembinaan mualaf dan siap untuk melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah kabupaten kaimana.

ID HUMANITY

Recent Posts

Respons Cepat DMC Dompet Dhuafa Atasi Kebakaran Hutan di Kotim Kalteng

Kalimantan Tengah–Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespons kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin…

2 days ago

Padang Dilanda Banjir, DMC Dompet Dhuafa dan DD Singgalang Evakuasi Warga dan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Padang, Sumatera Barat—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Singgalang merespons banjir yang…

3 days ago

Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan

Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan. Kuningan, Jawa Barat–Bagi…

7 days ago

Hijaukan Pekarangan Rumah, DMC Dompet Dhuafa Realisasikan Program Sedekah Pohon di Bantul

Bantul, Yogyakarta—Upaya mewujudkan lingkungan yang hijau sekaligus produktif terus dilakukan Disaster Management Center (DMC) Dompet…

1 week ago

ID Humanity Dompet Dhuafa Bekali Amil dengan Keterampilan PFA untuk Tanggap Darurat

Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Khadijah Learning Center,…

1 week ago

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan. Katingan, Kalimantan Tengah--"Pertama kali menjadi relawan, saya…

2 weeks ago