amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

Dakwah Inklusif, Cordofa Rangkul Komunitas Punk Bogor Lewat Pengajian

Komunitas punk hadir di acara Halalbihalal Cordofa di Pancasan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (10/4)

Bogor–Dakwah seyogianya mampu masuk ke berbagai lapisan masyarakat dan di berbagai tempat. Oleh karena itu Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) lewat program Dakwah Komunitas mencoba menyentuh komunitas yang kerap termarjinalkan di masyarakat, salah satunya komunitas punk. 

Ahmad Pranggono, Manajer Layanan Dakwah Dompet Dhuafa, menerangkan dalam program Dakwah Komunitas ini para Dai Cordofa melakukan pembinaan spiritual kepada anak-anak punk di jalanan. 

Ahmad Pranggono, Manajer Layanan Dakwah Dompet Dhuafa, menyampaikan sambutan di Halalbihalal Cordofa bersama Komunitas Punk, Jumat (10/4)

Ahmad Pranggono, dalam kegiatan Halalbihalal Cordofa bersama komunitas punk di Bogor, pada Jumat (10/4/2026), menjelaskan bahwasanya setiap umat Nabi Muhammad SAW di manapun bisa tersentuh dakwah. Anak-anak jalanan, atau dalam konteks ini adalah komunitas punk, bisa ikut mengaji Al-Quran, belajar Islam, dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

“Jadi nantinya, apakah mereka akan hijrah atau tidak? Ya, harapannya bisa hijrah. Tapi kalaupun belum, mudah-mudahan dari proses yang kita dampingi ini menjadi proses yang baik ke depannya. Kita tidak bisa memaksakan, kan?” ucap Ahmad Pranggono. 

Ahmad menegaskan bahwa upaya mendampingi komunitas punk tersebut tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan perlu melalui proses pendekatan yang berkelanjutan. 

Menurutnya, yang terpenting adalah terus berusaha dan membuka ruang kedekatan, karena mereka tidak hanya menghadapi persoalan hidup di jalanan, tetapi juga menyimpan problem batiniah yang kerap luput dari perhatian. 

Cordofa berharap kehadiran para dai dapat membantu mereka menemukan jalan keluar atas persoalan-persoalan yang dihadapi.

Kang Gugun, sapaan akrabnya, salah seorang punk yang hadir dalam acara Halalbihalal Cordofa di Bogor, menyampaikan rasa terima kasih kepada Cordofa yang telah membuka ruang kebaikan untuk dirinya secara khusus, dan kawan-kawan punk-nya, secara umum. 

Komunitas punk hadir di acara Halalbihalal Cordofa di Pancasan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (10/4)

Bersama Dai Cordofa, anak-anak punk mengaji, belajar Shalat, berwudhu, dan menyimak tausiyah Islam

“Sudah hampir lima tahun kita ngaji bareng Pak Ustadz Budi Jafar (Dai Cordofa). Kegiatannya ada pengajian, ada juga pembinaan. Kita belajar ngaji, sholat, belajar wudhu,” kata Kang Gugun.

“Kita seneng banget, ya, Alhamdulillah, karena ada yang merangkul kita untuk berbuat kebaikan. Selama ini, kan, kita hidup di jalanan. Banyak yang ngasih kesan jelek ke kita karena penampilan. Tapi Alhamdulillah sama Cordofa kita dikasih kepercayaan, dikasih ruang, buat kita bisa belajar lebih baik,” lanjut Kang Gugun. 

Kang Gugun juga menceritakan selama lima tahun mengaji bersama Dai Cordofa menginspirasi dirinya dan kawan-kawan punk lainnya untuk berbuat kebaikan, seperti menyalurkan bantuan untuk janda di salah satu kampung kecil di Kota Bogor. 

Selain itu, setiap menjelang Ramadan, anak-anak punk Bogor membagikan takjil dan makanan berbuka untuk pemulung dan pengemis di jalanan. 

“Takjil dan makanan buka puasa itu hasil dari kita nabung, dan menyisihkan hasil kita ngamen. Gak harus sekaligus. Anak-anak biasanya nabung sedikit-sedikit setiap hari. Setelah terkumpul, minimal satu orang 50 ribu rupiah, kita belikan takjil untuk kita bagikan ke pemulung, pengemis, dan anak-anak jalanan,” terang Kang Gugun. 

Seperti yang terjadi di Halalbihalal ini, selain sebagai momen silaturahmi dan ber’maaf-maafan’ antara Cordofa, dan seluruh anggota komunitas punk di Jalan Pancasan, Bogor. Mereka juga membagikan makan siang untuk pengemis, pemulung dan pengemudi ojol di jalanan. 

“Orang-orang selalu memandang kita sebelah mata hanya karena cara hidup kita. Tapi yang enggak mereka tahu adalah kita juga punya hati nurani. Kita juga punya keinginan untuk selalu berbuat baik ke orang-orang,” pungkas Kang Gugun. (Muhammad Afriza Adha/ID Humanity Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Penyintas Bencana NTT: Terhimpit Gempa dan Kekeringan

Nagekeo, NTT—Gempa bumi sebesar 7,7 magnitudo guncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15…

5 hours ago

Dompet Dhuafa dan Amartha Bantu Ringankan Beban Penyintas Gempa di Lengkotong NTT

Manggarai Timur, NTT–Di Lamba Leda Utara, Dusun Lengkotong, Desa Satar Punda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara…

2 days ago

Penghidupan Belum Pulih Pasca-Gempa NTT, DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Sembako

Manggarai, NTT–Sudah hampir satu bulan, Habiba, 45 tahun, warga Jembatan Besi, Kelurahan Mata Air, tidak…

3 days ago

Stadium Generale Cordofa: Wujudkan Semangat Dakwah Berdampak dari Kota Padang

Padang—Dari sudut ke sudut ruangan di Gedung Kuliah Bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol,…

4 days ago

DMC Dompet Dhuafa dan Relawan Gabungan Bantu Padamkan Karhutla Kalteng

Kotim, Kalteng—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan bantu pemadaman kebakaran hutan dan…

4 days ago

Dari Teras Rumah hingga Tenda Pengungsian, Perjuangan Perempuan Penyintas Gempa NTT

Manggarai, Nusa Tenggara Timur–”Meskipun untungnya lima ribu rupiah, Alhamdulillah. Kalau terus di rumah mau makan…

4 days ago