amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

Hijaukan Gunungkidul, DMC Ajak Masyarakat Manfaatkan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Gunungkidul—Timbulan sampah organik masih menjadi persoalan yang meresahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sampah organik yang berasal dari tingkat rumah tangga. Timbulan sampah organik ini tidak hanya menimbulkan bau yang mengganggu, tetapi juga dapat berdampak serius pada pencemaran lingkungan.

Padahal, jika sampah organik terolah dengan baik justru dapat memberikan banyak manfaat dan bahkan bisa memiliki nilai ekonomi. Salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.

Berkenaan dengan hal itu, ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (29/07/25) lalu.

Dalam pelatihan ini, Tim DMC melakukan serangkaian pemaparan materi dan praktik yang secara langsung melibatkan peserta pelatihan. Tim DMC juga membantu menyediakan beberapa alat yang dibutuhkan untuk membuat pupuk kompos dari sampah organik.

Sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka. Sebab, pupuk kompos yang diolah dari sampah organik tersebut tidak hanya membantu mereka mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga tetapi juga membantu menunjang kebutuhan pupuk mereka.

“Karena mayoritas masyarakat di sini petani, dengan pelatihan ini kita juga jadi bisa mengajak mereka untuk sedikit demi sedikit beralih menggunakan pupuk kompos yang organik. Apalagi pupuk subsidi dari pemerintah juga sudah mulai berkurang,” ungkap Yuli, salah satu peserta pelatihan.

Sementara itu, Rustuti yang juga salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos menjadi sesuatu hal yang baru bagi masyarakat setempat, karena sebelumnya sampah organik hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Sebelumnya kebanyakan masyarakat di sini memanfaatkan sampah organiknya hanya untuk pakan ternak, sehingga mudah-mudahan dari pelatihan ini bisa lebih membantu masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah organik,” ungkap Rustuti yang juga merupakan salah satu peserta pelatihan.

Lebih lanjut, Yuli berharap agar pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat terus dilakukan oleh seluruh masyarakat Desa Pengkol baik dengan cara yang sederhana maupun dengan menggunakan peralatan khusus.

“Saya harap masyarakat bisa sedikit demi sedikit terus memanfaatkan sampah organiknya baik dari cara yang paling sederhana ataupun dengan menggunakan peralatan yang lebih baik. Karena kalau ini bisa terus dilakukan masyarakat, maka ini bisa jadi bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Kawan baik, dengan mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi lingkungan di masa sekarang melainkan juga demi kelangsungannya di masa mendatang. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Shinta Fitrotun Nihayah/DMC Dompet Dhuafa).   

ID HUMANITY

Recent Posts

Breakfast Care Darling Salurkan 300 Paket Sarapan Gratis Bagi Para Pekerja

Jakarta—Di tengah hiruk pikuk pagi ibu kota, para pejuang rupiah tampak sumringah saat tim Dapur…

3 days ago

Kasuistik Cordofa: Ajak Masyarakat Pahami Dampak dari Konflik Iran dengan AS-Israel

Tangerang Selatan—Perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel telah menimbulkan berbagai dampak yang dirasakan secara global. Dampak…

3 days ago

Berbagi Rasa, Merajut Asa Pekerja: Darling LPM Dompet Dhuafa Berbagi 2.500 Paket makan siang bagi Para Pekerja

Tangerang—ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) membagikan 2.500 paket makan siang bagi…

3 days ago

Dari Duka ke Harapan, Dompet Dhuafa Dampingi Korban Kecelakaan Bekasi Bangkit Kembali

Layanan Dompet Dhuafa untuk Korban Kecelakaan Bekasi. Bekasi—Dompet Dhuafa silaturahmi kepada keluarga korban kecelakaan yang…

6 days ago

Taman Edukasi Mangrove DMC Dompet Dhuafa Hadirkan Edukasi Lingkungan Sekaligus Mitigasi Bencana

Pacitan–Setelah melakukan kegiatan ‘Kamis Bersih’ di sekolah, anak-anak TK Sari Mulya berduyun-duyun mendatangi Taman Edukasi…

6 days ago

Sinergikan Layanan, LPM Dompet Dhuafa Gelar Silaturahmi dan Koordinasi Antar Program Pembinaan

Bogor—Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar Silaturahmi dan Koordinasi Program Pembinaan di 5G Resort,…

6 days ago