amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}img.acss43235{aspect-ratio:1/1;object-fit:cover;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Khadijah Learning Center, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa (28/7/2026).
Kolaborasi antara ID Humanity Dompet Dhuafa dan HatiPlong ini menjadi langkah konkret dalam membekali para amil dengan kemampuan mitigasi krisis psikologis, khususnya bagi penyintas bencana.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program ID Humanity Dompet Dhuafa Mental Health Awareness Month 2026.
Deputi Direktur II Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Siti Rusmiyati, menjelaskan bahwa pelatihan PFA ini merupakan kelanjutan dari webinar pengantar kesehatan mental dan workshop capacity building yang sebelumnya telah dilaksanakan.
“Agenda sebelumnya lebih berorientasi pada pemulihan diri sendiri (self-healing) agar masing-masing individu dapat melakukan penanganan secara mandiri. Sementara hari ini, peserta dibekali teknik mendampingi orang lain yang mengalami stres, trauma, atau krisis kejiwaan,” ujar Rusmiyati di lokasi kegiatan.
Rusmiyati menargetkan pemahaman dan kemampuan para amil terhadap materi PFA meningkat signifikan setelah mengikuti pelatihan bersertifikat ini.
“Peserta diharapkan mampu menjadi pendamping awal bagi penyintas bencana agar mereka memiliki teman dan ruang aman untuk berbicara dan curhat. Tujuannya jangka pendeknya adalah melakukan deteksi dan penanganan dini, sebelum kondisi berlanjut ke tahap yang mungkin memerlukan penanganan khusus ke psikolog atau psikiater,” jelasnya.
Rusmiyati menekankan pentingnya ketersediaan amil-amil yang kompeten di bidang kesehatan mental.
Dengan adanya tim PFA tersertifikasi di ID Humanity Dompet Dhuafa, harapannya dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam respons tanggap darurat dapat menjadi lebih cepat dan komprehensif.
“Di fase awal tanggap darurat, selain kebutuhan pokok seperti makanan dan tempat berlindung, penyintas juga sangat membutuhkan kehadiran seseorang yang bisa menenangkan. Kami berharap lulusan pelatihan ini dapat langsung terjun untuk mempraktekkan dan mendukung program kebencanaan reguler kami,” tambahnya.
Pelatihan PFA ini menegaskan komitmen ID Humanity Dompet Dhuafa dalam mengintegrasikan aspek kesehatan mental sebagai bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan kemanusiaan yang holistik dan berkelanjutan. (Suriadi/ID Humanity Dompet Dhuafa)
Gunungkidul, DIY–Celana merah SD itu kian menyempit di tubuh Muhammad Kurniawan. Namun, langkahnya menyusuri lorong…
Jakarta–Memasuki masa pemulihan pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada…
Jawa Timur–ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Megathrust…
Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengaktivasi program Safe…
Lebak, Banten—Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa…
Jakarta—ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) kembali menghadirkan layanan Dai Seribu…