amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan.

Katingan, Kalimantan Tengah–“Pertama kali menjadi relawan, saya cukup kaget melihat situasi (terdampak) di lapangan,” pungkas Sarah panggilan akrabnya ketika mengingat pengalaman pertamanya menjadi relawan.

Pengalaman pertama Sarah menjadi relawan saat terjadi banjir besar di Kasongan pada tahun 2021.

Setidaknya, 1.536 orang terdampak, lalu lebih kurang 253 rumah, 5 unit bangunan sekolah, dan 2 unit tempat ibadah, juga terdampak banjir dengan ketinggian 50-200 sentimeter (Kompas, 23 Agustus 2021).

Dia terlibat sebagai relawan di bagian aksi evakuasi dan dapur umum.

“Di tahun 2021 ikut Karang Taruna bantu penyintas banjir di wilayah Kasongan. Saya terlibat di bagian evakuasi dan dapur. Memasak satu pos sekitar 30 orang untuk satu pos. Dulu kami tiga pos,” imbuhnya.

“Awal mulanya kaget, namun setelah itu sudah terbiasa,”lanjutnya.

Saat ini Sarah merupakan salah satu guru Taman Kanak(TK) di wilayah Kasongan.

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan.

Dengan profesinya sebagai guru, tidak mengurangi semangat beliau menjadi relawan.

Dia biasanya membagi waktu dari Senin – Jumat untuk mengajar. Lalu pada Sabtu – Minggu dia meluangkan waktu untuk aktivitas relawan.

Dia juga merupakan salah satu peserta Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat dan Komunitas di Kalimantan Tengah yang dipraksarai Disaster Management Center (DMC) dan kantor cabang Dompet Dhuafa Kalimantan Tengah pada Sabtu-Minggu (25-26/07/2026).

Melalui pelatihan ini Sarah mampu melihat potensi ancaman dan risiko suatu wilayah hingga pemadaman api skala ringan.

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan.

“Belajar tentang pemetaan wilayah, pertolongan pertama dan pemadaman api,” akunya.

Rencana ke depannya dia ingin membagikan pelajaran ini kepada wali murid anak didiknya.

Kemudian juga mengajarkan pertolongan pertama baik untuk guru maupun wali murid.

“Memberi tahu orang tua murid terkait pemadaman api skala ringan,”jelasnya.

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan.

Sebelumnya ID Humanity Dompet Dhuafa melalui DMC melatih puluhan relawan untuk sigap hadapi bencana di Kalimantan.

DMC dan kantor cabang Dompet Dhuafa Kalimantan Tengah mengumpulkan relawan-relawan baru di Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

DMC memberikan pembekalan tentang dasar – dasar ilmu manajemen bencana.

Mulai dari perbedaan bencana dengan fenomena alam, menghitung kerentanan, dan pemetaan risiko.

Pelatihan dilanjut oleh kawan-kawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Katingan.

PMI Katingan mengajarkan dasar-dasar pertolongan pertama dan praktik menggunakan bidai serta evakuasi pengangkutan korban.

Damkar Katingan mengajarkan pemadaman api skala ringan yang diakibatkan kebocoran gas ataupun kebakaran kecil.

Kalimantan sering kali menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir besar dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial secara luas.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah daerah di Kalimantan—seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat—mengalami banjir parah yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Semoga pelatihan ini menyiapkan bekal dalam meningkatkan kapasitas Sarah dan relawan lainnya dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Berdaya Sekarang. (Arifian Fajar Putera/ ID Humanity Dompet Dhuafa).

ID HUMANITY

Recent Posts

Stadium Generale Cordofa: Wujudkan Semangat Dakwah Berdampak dari Kota Padang

Padang—Dari sudut ke sudut ruangan di Gedung Kuliah Bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol,…

13 hours ago

DMC Dompet Dhuafa dan Relawan Gabungan Bantu Padamkan Karhutla Kalteng

Kotim, Kalteng—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan bantu pemadaman kebakaran hutan dan…

16 hours ago

Dari Teras Rumah hingga Tenda Pengungsian, Perjuangan Perempuan Penyintas Gempa NTT

Manggarai, Nusa Tenggara Timur–”Meskipun untungnya lima ribu rupiah, Alhamdulillah. Kalau terus di rumah mau makan…

18 hours ago

Belajar di Bawah Pohon, Dompet Dhuafa Dirikan Sekolah Darurat

Nagekeo, NTT -- Dompet Dhuafa gencarkan Sekolah Darurat di institusi pendidikan di Nagekeo, Nusa Tenggara…

3 days ago

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Sejumlah Wilayah, Dompet Dhuafa Bagikan Masker untuk Warga

Banten–Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Banten, Jabodetabek dan Lampung. Pada Minggu…

4 days ago

Lansia di Cianjur Bertahan Hidup Sembari Rawat Anak Disabilitas, Layanan Mustahik LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan

Cianjur, Jawa Barat–Mimin, perempuan berusia 64 tahun, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa…

6 days ago