amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Boyolali, Jawa Tengah—Sudah dua bulan lamanya hujan tak lagi turun di Dukuh Joho, Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Selama itu juga warga mengalami kesulitan akses air bersih yang membuat aktivitas harian mereka terganggu.
Di sepanjang musim paceklik air, warga Dukuh Joho, Kelurahan Sambeng, hanya bisa memanfaatkan air yang mengendap di kubangan-kubangan sungai yang kering. Warga menggunakan air itu hanya untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus.
Sementara untuk keperluan makan dan minum, mereka perlu membeli air galon dengan harga 7.000 rupiah per galon.
Merespons bencana kekeringan ini, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendistribusikan air bersih sebanyak 9.000 liter untuk warga terdampak di Dukuh Joho, Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (18/7/2026).
Nur Cholis, Relawan DMC Dompet Dhuafa di lokasi terdampak, menjelaskan ada sekitar 70 warga terdampak yang menerima manfaat dari penyaluran air bersih ini.
“Sejak bulan Mei lalu di sini sudah tidak ada hujan. Sumur-sumur kering. Dan warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Nur Cholis, yang juga merupakan Dai Tanggap Bencana Cordofa.
Nur Cholis menjelaskan air bersih yang disalurkan DMC Dompet Dhuafa diterima langsung oleh warga terdampak. Mereka mengantre dengan membawa jerigen, galon, atau ember kosong untuk menanmpung air.
“Semoga air bersih yang telah didistribusikan bisa memberikan manfaat untuk warga terdampak kekeringan. Warga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DMC Dompet Dhuafa,” kata Nur Cholis.
Memasuki puncak musim kemarau, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah diperkirakan masih akan terus meningkat.
DMC Dompet Dhuafa berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus mengajak berbagai pihak untuk memperkuat kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)
Cianjur, Jawa Barat–Mimin, perempuan berusia 64 tahun, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa…
Bekasi, Jawa Barat—Seorang relawan penyeberang jalan bernama Husin (80), yang akrab disapa Kong Nusin, meninggal…
Depok–Masa pemulihan yang dijalani pasien di rumah sakit, tentu bukanlah masa yang mudah untuk dilalui…
Jakarta–Ketika sirine peringatan gempa berbunyi, anak-anak segera menutupi bagian atas kepala mereka dengan kedua tangan…
Jakarta, – Dalam upaya memperluas jejaring kemanusiaan lintas batas negara, IJMA Foundation for Humanitarian Action…
Nagakeo, NTT—Uluslararasi İnsani Kalkinma Derneği/ International Human Development Organization (4TDK) dan Disaster Management Center (DMC)…