amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

Membersihkan Taman Makam Pahlawan

Depok—ID Humanity Dompet Dhuafa (IDH DD) memperingati Hari Pahlawan Republik Indonesia tahun ini tanpa seremonial agung, tabur bunga aneka rupa atau pidato patriotik.

“Kami sedang berusaha meneruskan daya juang kepahlawanan untuk turut mewujudkan kemerdekaan kaum duafa dari kemiskinan dan perjuangan melawan kemustahilan. Termasuk perjuangan melawan stigma sosial,” ungkap Manajer Layanan Masyarakat IDH DD Kamaludin

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalimulya, Depok, 10 November tahun ini, lanjut Kamal, menjadi saksi bahwa makna kepahlawanan itu mendapat definisi baru berkat aksi Tim B’beres IDH DD.

Tim B’beres, beber Kamal, beranggotakan para penyintas disabilitas mental (ODGJ) yang tengah berjuang dalam tahap pemulihan, melakukan aksi bersih-bersih TMP.

Program B’beres yang diinisiasi IDH DD ini bukan sekadar kegiatan sosial. “Saya pikir, ini sebuah inisiasi terapi inklusi yang radikal,” yakin Deputi Direktur-1 IDH DD Juperta Panji Utama.

Juperta memastikan, tindakan Tim B’Beres membersihkan kompleks TMP, tempat pengorbanan tertinggi paling dihormati, adalah metafora kuat bulan ini. “Mereka, yang seringkali dianggap ‘sampah’ sosial atau kelompok yang harus diasingkan, justru datang untuk membersihkan dan merawat kehormatan bangsa.”

Dalam konteks Indonesia, lanjut Juperta, stigma terhadap penyintas disabilitas mental masih sangat kental, seringkali berujung pada pasungan dan pengucilan.

Program B’beres, beber Kamal, diniatkan hadir untuk meruntuhkan tembok stigma yang ada dari dua arah.
“Dari penyintas, B’Beres menggeser identitas mereka dari ‘beban’ menjadi ‘kontributor’. Dari masyarakat, apa yang dilakukan Tim B’Beres adalah momen pencerahan kritis. Mereka yang kerap distigma tidak mampu, tidak berguna, atau bahkan berbahaya, ternyata mampu beraksi nyata.”

Juperta menambahkan, kiprah Tim B’beres ini juga IDH DD ikhtiarkan menjadi model bagi pemerintah dan lembaga sosial lainnya. “Pemberdayaan masyarakat bukan berarti menempatkan penyintas di ruang tertutup atau sekadar memberikan santunan. Pemberdayaan sejati berarti mewujudkan integrasi fungsional, memberikan mereka peran yang memungkinkan berinteraksi secara sehat dan memberikan nilai tambah bagi komunitas.”

Kamal mengingatkan, jika ingin stigma penyintas disabilitas mental terkikis, terapi harus juga dilakukan di ruang publik, bukan di balik tembok institusi.

Pada akhirnya, koordinator aksi Irawan, Hari Pahlawan adalah tentang mengenang perjuangan merebut martabat. “Tim B’beres yang kali ini beraksi di Depok, tidak hanya menghormati martabat para pahlawan yang gugur, tetapi juga berjuang merebut kembali martabat mereka sendiri.”

Mereka, tegas Kamal, adalah pahlawan inklusi yang berani berdiri di depan, membawa sapu atau alat kebersihan. “Kali ini, bukan hanya membersihkan makam, tetapi juga kegelapan prasangka dalam hati kita atas masa depan alumni penyintas disabilitas mental.”

IDH DD mengajak Pemerintah Kota Depok dan daerah lain, untuk memandang inisiatif ini bukan sebagai aksi amal semata, tetapi sebagai model terapi kesehatan mental berbasis komunitas yang perlu direplikasi dan didukung penuh.

“Itulah investasi kemanusiaan yang akan membebaskan bangsa kita dari belenggu stigma dan pengelompokan,” pungkas Juperta.

ID HUMANITY

Recent Posts

Respons Cepat DMC Dompet Dhuafa Atasi Kebakaran Hutan di Kotim Kalteng

Kalimantan Tengah–Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespons kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin…

2 days ago

Padang Dilanda Banjir, DMC Dompet Dhuafa dan DD Singgalang Evakuasi Warga dan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Padang, Sumatera Barat—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Singgalang merespons banjir yang…

3 days ago

Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan

Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan. Kuningan, Jawa Barat–Bagi…

7 days ago

Hijaukan Pekarangan Rumah, DMC Dompet Dhuafa Realisasikan Program Sedekah Pohon di Bantul

Bantul, Yogyakarta—Upaya mewujudkan lingkungan yang hijau sekaligus produktif terus dilakukan Disaster Management Center (DMC) Dompet…

1 week ago

ID Humanity Dompet Dhuafa Bekali Amil dengan Keterampilan PFA untuk Tanggap Darurat

Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Khadijah Learning Center,…

1 week ago

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan

Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan. Katingan, Kalimantan Tengah--"Pertama kali menjadi relawan, saya…

2 weeks ago