amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Artikel

Pascabanjir Aceh Tamiang, Penyintas Hadapi Krisis Air Bersih

Aceh Tamiang—Suparlan, penyintas banjir di Aceh Tamiang, menceritakan perjuangannya bertahan hidup di tengah krisis air bersih setelah bencana ekologis menerjang wilayah tersebut pada 26 November lalu.

Untuk tetap bertahan, ia terpaksa mengonsumsi air dari kubangan banjir. Menurut Suparlan, pada sepekan pertama pascabencana, bantuan sama sekali belum masuk ke Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Di saat bersamaan, sumur-sumur warga terendam lumpur, sehingga akses terhadap air bersih sepenuhnya terputus.

“Saya minum air dari kubangan-kubangan. Airnya diendapkan dulu semalaman, baru diminum. Makan pun terpaksa dari beras yang terendam lumpur. Istri dan anak juga makan dan minum seperti itu. Kalau tidak, bagaimana lagi kami bisa bertahan?” ujar Suparlan.

Ia menambahkan, sebagian besar warga terdampak di wilayah tersebut terpaksa mengonsumsi air kotor demi bertahan hidup.

Mengonsumsi air kubangan banjir tentu bukan tanpa risiko. Gangguan kesehatan menjadi dampak yang sulit dihindari, sebagaimana dirasakan Suparlan.

“Setelah minum air itu, perut sakit dan pusing. Tapi alhamdulillah sekarang sudah tidak ada keluhan lagi,” ucapnya.

Kisah serupa disampaikan Fauziah, penyintas banjir lainnya di Tanjung Karang. Ia mengatakan saluran air bersih sepenuhnya terputus saat banjir melanda Aceh Tamiang. Untuk memenuhi kebutuhan air, ia memanfaatkan air hujan dan air sumur yang masih tercemar lumpur.

“Air hujan bisa dibilang bersih, tinggal dimasak saja. Kalau air sumur, karena kotor dan banyak lumpurnya, harus disaring dulu,” ujar Fauziah.

Merespons krisis air bersih tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan sebanyak 22.000 liter air bersih ke Desa Tanjung Karang, Desa Simpang Empat Upah, dan Desa Upah. Penyaluran dilakukan melalui kerjasama dengan Kerohanian Islam OJK dan Keluarga Muslim Citibank.

Bantuan air bersih diprioritaskan untuk pos-pos dapur umum yang menyediakan makanan bagi penyintas, termasuk dapur umum dampingan Dompet Dhuafa di Tanjung Karang. Ketersediaan air bersih dinilai krusial untuk memastikan proses memasak berjalan secara higienis.

Selanjutnya, air bersih disalurkan kepada warga sekitar melalui tandon-tandon penampungan yang telah disediakan.

Suparlan mengatakan bantuan air bersih tersebut sangat membantu keluarganya, terutama untuk kebutuhan memasak dan air minum.

“Dari bantuan ini kami juga harus berhemat. Air hanya digunakan untuk minum dan masak, tidak untuk mandi. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan para donatur atas bantuan air ini,” ujarnya.

Sementara itu, Fauziah mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diterimanya. Selain untuk memasak dan minum, air tersebut juga digunakan untuk keperluan berwudu.

“Kami di Tanjung Karang sangat terbantu. Terima kasih Dompet Dhuafa,” ucap Fauziah. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Breakfast Care Darling Salurkan 300 Paket Sarapan Gratis Bagi Para Pekerja

Jakarta—Di tengah hiruk pikuk pagi ibu kota, para pejuang rupiah tampak sumringah saat tim Dapur…

3 days ago

Kasuistik Cordofa: Ajak Masyarakat Pahami Dampak dari Konflik Iran dengan AS-Israel

Tangerang Selatan—Perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel telah menimbulkan berbagai dampak yang dirasakan secara global. Dampak…

3 days ago

Berbagi Rasa, Merajut Asa Pekerja: Darling LPM Dompet Dhuafa Berbagi 2.500 Paket makan siang bagi Para Pekerja

Tangerang—ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) membagikan 2.500 paket makan siang bagi…

3 days ago

Dari Duka ke Harapan, Dompet Dhuafa Dampingi Korban Kecelakaan Bekasi Bangkit Kembali

Layanan Dompet Dhuafa untuk Korban Kecelakaan Bekasi. Bekasi—Dompet Dhuafa silaturahmi kepada keluarga korban kecelakaan yang…

6 days ago

Taman Edukasi Mangrove DMC Dompet Dhuafa Hadirkan Edukasi Lingkungan Sekaligus Mitigasi Bencana

Pacitan–Setelah melakukan kegiatan ‘Kamis Bersih’ di sekolah, anak-anak TK Sari Mulya berduyun-duyun mendatangi Taman Edukasi…

6 days ago

Sinergikan Layanan, LPM Dompet Dhuafa Gelar Silaturahmi dan Koordinasi Antar Program Pembinaan

Bogor—Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar Silaturahmi dan Koordinasi Program Pembinaan di 5G Resort,…

6 days ago