amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}img.acss43235{aspect-ratio:1/1;object-fit:cover;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Agam, Sumatera Barat —“Semenjak terjadinya banjir bandang ini, (saya) dalam kondisi hamil 8 bulan. Setiap ada hujan saya panik dan takut kejadian banjir besar terulang lagi”, ungkap Meriza salah satu penyintas Banjir Bandang Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025).
“Saat ini kami masih kesulitan bertani karena itu satu-satunya mata pencaharian keluarga kami, sawahnya sudah tertimbun sama tanah dan material longsor,” sahutnya
Meriza (36 Thn) seorang buruh tani merupakan warga asal Desa Jorong Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Saat ini dia dan keluarga serta warga desa terisolasi karena akses mereka terputus akibat dari banjir bandang melanda wilayahnya.
Kehadiran tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menjadi penyelamat bagi banyak keluarga. Dengan memberikan genset di kala listrik padam total dan Pos Wifi Kemanusiaan untuk memudahkan akses informasi dan komunikasi dengan keluarga mereka di luar daerah.
Penyintas lainnya mengungkapkan rasa bahagianya dengan kehadiran DMC Dompet Dhuafa. Ini menjadi pendorong semangat untuk warga bisa pulih kembali dari kondisi sulit akibat bencana.
Meriza bersyukur masih banyak pihak yang peduli terhadap keberlangsungan hidup mereka.
“Kami sangat senang bisa melihat dan merasakan kepedulian relawan DMC Dompet Dhuafa hadir di desa kami memberikan bantuan kepada warga disini.” ujar Meriza
“Saya senang melihat anak-anak saya bermain, kalau tidak, lah melamun saja anak-anak kami . Sekarang sudah senang anak-anak, senang juga kami melihatnya,” tutup Meriza. (Ahmad Fajar Suhartoro/ DMC Dompet Dhuafa)
Gunungkidul, DIY–Celana merah SD itu kian menyempit di tubuh Muhammad Kurniawan. Namun, langkahnya menyusuri lorong…
Jakarta–Memasuki masa pemulihan pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada…
Jawa Timur–ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Megathrust…
Ogan Ilir, Sumatra Selatan–Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengaktivasi program Safe…
Lebak, Banten—Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa…
Jakarta—ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) kembali menghadirkan layanan Dai Seribu…