amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Tegal—Bencana tanah bergerak terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Senin (2/2/2026). Sampai saat ini sebanyak 2.461 jiwa, terdiri dari anak-anak hingga lansia, terpaksa mengungsi di posko pengungsian.
Merespons kejadian itu, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan pendampingan penyintas dengan membuka layanan Pos Hangat di dua titik pengungsian, yakni di Gedung Serbaguna Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng dan di SD Negeri 2 Padasari, Kecamatan Jatinegara, pada Sabtu (14/2/2026).
“Layanan Pos Hangat kami dirikan di dua titik pengungsian. Lewat layanan ini kami menyediakan kebutuhan makan dan minum penyintas di pengungsian. Alhamdulillah, layanan telah melayani sebanyak 188 jiwa penerima manfaat,” ucap Adib Wajih Alirfani, relawan kemanusiaan DMC Dompet Dhuafa yang turun ke lokasi bencana.
Adib melaporkan sampai saat ini warga terdampak masih harus mengungsi di pos-pos pengungsian ataupun rumah-rumah kerabat mereka.
Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden tanah bergerak yang terjadi di Tegal ini berdampak kerusakan pada 863 rumah, sesuai catatan BPBD Jawa Tengah.
Melansir Mongabay Indonesia, Muhammad Afifudin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal mengatakan, “Untuk sementara, warga terdampak mengungsi ke tempat aman karena tempat tinggal mereka tak lagi bisa mereka tempati.”
Para pengungsi tersebar di beberapa lokasi. Antara lain, di Majelis Az Zikir wa Rotibain, Dusun Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dusun Lebak, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dusun Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara.
Saat ini, kata Afif, pemerintah tengah melakukan kajian untuk menentukan lokasi relokasi warga. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa).
Padang—Dari sudut ke sudut ruangan di Gedung Kuliah Bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol,…
Kotim, Kalteng—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan bantu pemadaman kebakaran hutan dan…
Manggarai, Nusa Tenggara Timur–”Meskipun untungnya lima ribu rupiah, Alhamdulillah. Kalau terus di rumah mau makan…
Nagekeo, NTT -- Dompet Dhuafa gencarkan Sekolah Darurat di institusi pendidikan di Nagekeo, Nusa Tenggara…
Banten–Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Banten, Jabodetabek dan Lampung. Pada Minggu…
Cianjur, Jawa Barat–Mimin, perempuan berusia 64 tahun, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa…