amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

Perjuangan Perempuan Jaga Alam Padarincang Bagian III

Padarincang—Sementara itu, Umi Eha juga menekankan, peran perempuan dalam perjuangan ini sangat penting. Sebab, dengan keseharian aktivitas perempuan Padarincang sebagai ibu rumah tangga membuat mereka paling merasakan dampak buruk akibat proyek tersebut.

“Justru karena perempuan yang paling banyak membutuhkan air dan memakai air itu perempuan. Karena perempuan kan di dapur itu butuh buat masak lah, nyuci. Jadi dari situ lah kita juga pengin sama-sama menjaga alam lingkungan kita di sini,” ujarnya.

Tutur kisah perjuangan umi tersebut menyerap segala keramaian ruangan dalam sekejap. Suasana ruangan lantas menjadi hening sepanjang umi bercerita. Para peserta yang memperhatikan pun tampak takjub dan terinspirasi akan keberanian pejuang perempuan Padarincang.

“Melihat perjuangan mereka membuat aku takjub, karena buat aku yang setiap hari pakai sosial media jarang melihat gerakan perempuan seberani ini. Dan ini aku melihat secara langsung keberanian mereka. Hal ini juga memotivasi aku sebagai anak muda untuk ikut bergerak menjaga alam kita, supaya kita tetap bisa menikmati ke depannya,” ujar Amah Laviona, peserta Belajar Lapang Keadilan Iklim asal Parung, Bogor.

Kemudian, Umi Eha pun mengajak para anak muda yang turut serta dalam belajar lapang tersebut untuk sama-sama tak gentar dan berani untuk ikut berjuang menjaga alam dan merawatnya.

“Anak muda enggak usah takut, selagi kita benar, insya Allah, Allah akan melindungi kita. Perjuangan itu menuntut keberanian dan keikhlasan, jadi kita pun harus Ikhlas dalam berjuang. Dan umi ucapkan terima kasih banyak kepada anak-anak muda yang mau belajar di sini, mudah-mudahan kalian akan ikut meneruskan perjuangan kami semua di hari besok,” pungkasnya. (Shinta FN/ ID Humanity Dompet Dhuafa)

Sebelumnya Awal

ID HUMANITY

Recent Posts

Peringati Hari Keadilan Ekologis 2026, DMC Manifestasikan Bersama Penghijauan Alam Awang Bangkal Timur, Kalsel

Foto: Juli Haryadi/DMC Dompet Dhuafa Kalimantan Selatan–Sepanjang tahun 2026, berbagai bencana alam yang terjadi di…

1 day ago

Buka Dapur Umum, Dompet Dhuafa dan AASI Sediakan Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Gempa NTT

Manggarai, NTT–Ketika Mama Elizabeth berbincang-bincang malam itu, tiba-tiba tanah bergetar. Setidaknya ada dua kali getaran…

2 days ago

Tiba Teing Dompet Dhuafa!

Manggarai, NTT—Momang dalam bahasa Manggarai memiliki makna yang luas, seperti senang, suka, cinta, kasih, hingga…

3 days ago

Ikhtiar Pemulihan dari Karhutla, Dompet Dhuafa Ajak Warga Shalat Istisqa

Kotim, Kalteng—Dompet Dhuafa ajak warga mengadakan shalat istisqa di lapangan Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin, Kelurahan…

3 days ago

Sekolah Aman Asap untuk Kalimantan Tengah

Kotim, Kalteng — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa hadirkan Sekolah Aman Asap atau yang…

3 days ago

100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa NTT, Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa

Nagekeo, NTT— AMAG (PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk) dan Dompet Dhuafa distribusi 100 paket…

5 days ago