amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Bireuen, Aceh — Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, menyelenggarakan kegiatan mitigasi bencana yang melibatkan 145 peserta didik dan tenaga pendidik Rabu (22/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional kesiapsiagaan bencana.
Berlokasi di Jalan Samuti, Kecamatan Gandapura, sekolah menggelar tiga rangkaian kegiatan sekaligus, yakni sosialisasi mitigasi kebencanaan, simulasi evakuasi mandiri dari ancaman gempa bumi dan kebakaran, serta pemasangan rambu-rambu keselamatan di lingkungan sekolah.
Simulasi dilaksanakan secara terstruktur, dimulai dari pemberian instruksi saat tanda bahaya berbunyi, praktik evakuasi menuju titik kumpul melalui jalur yang telah ditetapkan, hingga pelatihan penanganan awal kebakaran menggunakan alat pemadam sederhana.
Seluruh proses berjalan tertib dan terkoordinasi di bawah pengawasan pihak sekolah.
Salah seorang pendidik bernama Anjar Nawi, menyampaikan bahwa simulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata membentuk budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
“Simulasi bencana gempa dan kebakaran di sekolah dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
“Kegiatan ini bertujuan melatih peserta didik dan guru memahami prosedur evakuasi, mengenali jalur penyelamatan, serta membangun keterampilan respons seperti pengambilan keputusan, komunikasi, dan kerja sama dalam kondisi krisis, sehingga dapat meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian, sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana dan karakter disiplin, tanggap, serta peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan,” lanjutnya.
Kegiatan ini selaras dengan visi SMPN 2 Gandapura yang mengintegrasikan nilai karakter dan kecakapan hidup dalam proses pendidikan, sekaligus memperkuat profil pelajar Pancasila yang mandiri, bernalar kritis, dan mampu beradaptasi menghadapi tantangan zaman, termasuk ancaman bencana alam.
Mari kita apresiasi atas inisiatif SMPN 2 Gandapura sebagai salah satu penggerak kesiapsiagaan bencana. Semoga hal ini mampu membuka kesempatan bagi sekolah lainnya untuk turut berpartisipasi dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh bencana.
Kalimantan Tengah–Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespons kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin…
Padang, Sumatera Barat—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Singgalang merespons banjir yang…
Hadirkan Manfaat Lebih Luas, Cordofa Luncurkan Program PEMULIA DD di Wilayah Kuningan. Kuningan, Jawa Barat–Bagi…
Bantul, Yogyakarta—Upaya mewujudkan lingkungan yang hijau sekaligus produktif terus dilakukan Disaster Management Center (DMC) Dompet…
Tangerang Selatan–ID Humanity Dompet Dhuafa menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Khadijah Learning Center,…
Tentang Makna Kerelawanan Siti Sarah: Membantu adalah Panggilan. Katingan, Kalimantan Tengah--"Pertama kali menjadi relawan, saya…